DENPASAR- Peringatan perang Puputan Badung ke-104 pada tahun ini dipastikan akan lebih meriah lantaran digelar oleh dua pemerintah daerah. Yaitu Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung.
Untuk memperingati peristiwa perlawanan Raja Denpasar Mantuk Ring Rana beserta seluruh abdi kerajaan dan rakyat Badung melawan penjajah Belanda, panitia acara berencana menggelar Gerak Jalan Puputan Badung dengan menempuh jarak 45 kilometer start di TMP Margarana Kabupaten Tabanan dan finish di Taman Puputan Badung, Denpasar.
Demikian pernyataan Sekkot Denpasar Rai Iswara usai mengikuti rapat persiapan Peringatan Hari Puputan Badung dalam rilisnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (15/7/2010).
Kabupaten Badung sendiri merupakan hasil pemekaran dari Pemkot Denpasar. Kedua pemerintah daerah itu kompak memperingati peristiwa bersejarah ini lantaran tonggak sejarah awal mula terjadinya sejarah Puputan Badung berawal dari Badung yang sekarang menjadi Pusat Pemerintahan Denpasar.
Dalam pengarahannya Rai Iswara mengatakan, kejadian heroik Perang Puputan Badung merupakan momentum sejarah berdarah yang tidak pernah terlupakan oleh rakyat Bali khususnya masyarakat Badung yang kini telah mekar menjadi dua kota bertetangga yaitu Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Seabad lebih terukir sejarah Perang Puputan Badung. Untuk mengabadikannya telah berdiri tegak sebuah monumen di lapangan Puputan Denpasar. Peringatan sejarah ini juga digelar rutin setiap tahun dengan berbagai macam kegiatan.
Sementara itu, Sekda Badung Kompyang R Swandika menghimbau Panpel Peringatan Puputan Badung membuat perencanaan kegiatan yang proporsional dan professional. Peringatan Perang Puputan Badung pada tahun ini mengambil tema Melalui Peringatan Puputan Badung ke-104 Kita Tingkatkan Rasa Persatuan dan Kesatuan Menuju Masyarakat Sejahtera Santhi dan Jagatdhita.
Kompyang Swandika menambahkan puncak acara akan digelar pada 20 September mendatang dengan menggelar apel bersama di Taman Puputan Badung Denpasar.
(Muhammad Saifullah )