BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB) mengestimasi biaya setidaknya Rp1 triliun untuk pembenahan fisik bangunan kampus Jatinangor atau gedung bekas kampus Universitas Winaya Mukti (Unwim). Rektor ITB Akhmaloka memaparkan, pihaknya segera mencari sumber dana untuk memenuhi kebutuhan anggaran tersebut.
“Dari konsep perencanaan yang sudah disusun, kami memang butuh sebesar itu,” kata Akhmaloka saat ditemui di sela-sela kegiatan Pasar Seni ITB di Jalan Ganeca, Kota Bandung, kemarin.
Akhmaloka menjelaskan, untuk memenuhi anggaran tersebut, ITB berencana menggandeng pihak swasta. Selain itu, pihaknya juga mengandalkan dana bantuan dari pemerintah pusat. Kendati menyebutkan kebutuhan anggarannya, namun Akhmaloka tidak menyebutkan detail konsep pembenahannya. Dia hanya mengungkapkan bahwa pengembangan kampus ITB Jatinangor dikerjakan tim yang telah dibentuk ITB.
“Yang pasti kami akan fokus pada pengembangan kampus itu. Sebab, ini merupakan amanat yang tercantum dari dokumen kerja sama antara ITB dan Pemprov Jabar,” ungkap Akhmaloka.
Menurut dia, anggaran Rp1 triliun hanya untuk pembenahan fisik bangunan. Dia mengaku telah membahas kebutuhan anggaran dengan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta. “Banyak cara untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan. Kami bisa mengajak swasta, misalnya melalui alumni yang memang sudah sering terlibat dalam pengembangan kampus ITB,” jelas Akhmaloka.
Seperti diketahui, ITB mengambil alih status pengelolaan lahan milik Pemprov Jabar yang sebelumnya berdiri kampus Unwim. ITB dan Pemprov meneken Memorandum of Understanding (MoU) hak pengelolaan yang diserahkan pemprov pada ITB yang resminya dilakukan pada awal tahun ini. MoU tersebut berlaku selama 30 tahun. Untuk itu, hak pengelolaan tiga kampus Unwim di Jalan Raya Jatinangor, kampus di Jalan Raya Bandung-Sumedang Tanjungsari, Kabupaten Sumedang; dan Jalan Pahlawan Kota Bandung sepenuhnya milik ITB. Masa transisi pengalihan sendiri hingga 2012.
Kampus Ciwalini
Selain akan mengembangkan kampus Jatinangor, ITB juga mewacanakan rencana pembangunan kampus ITB di Walini, Kabupaten Bandung. Hal itu seiring dengan rencana Pemprov Jabar yang akan membangun Kota Baru Ciwalini. “Kami juga menunggu kajian Pemprov Jabar soal kota baru itu. Nah, kami tunggu hasil kajian dan keputusan presiden dari rencana tersebut. Jika memang sudah ada keputusan presiden, kami akan putuskan,” ucap Akhamloka.
Menurut ahli kimia tersebut, ITB belum melakukan kajian terhadap rencana pembangunan kampus Ciwalini. Pihaknya masih menunggu hasil kajian kelayakan yang dilakukan Pemprov Jabar. “Kami tahunya di daerah sekitar km 106, terdapat sekitar dua hektare untuk pembangunan kampus. Jika memang bisa digunakan untuk ITB, kami dengan senang hati jika memang diizinkan untuk menggunakan,”tuturnya.
Ketua Majelis Wali Amanah ITB Yani Panigoro mendukung rencana pembangunan kampus Ciwalini. “Memang ada rencana ke sana,” ujarnya tanpa menjelaskan lebih lanjut. (krisiandi sacawisastra/sindo)
(Rani Hardjanti)