JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy dari daerah pemilihan (dapil) Daerah Istimewa Yogyakarta menyayangkan lemahnya pola informasi yang diberikan pemerintah terkait kondisi Gunung Merapi kepada masyarakat. Menurutnya, banyak pengungsi yang kerap panik karena isu letusan susulan.
"Banyak isu letusan Gunung Merapi yang lebih besar. Ini menjadi problem tersendiri, masyarakat menjadi tidak tenang, mereka terus khawatir," kata Tjatur saat dihubungi okezone, Kamis, (28/10/2010) malam.
Dia mendesak pejabat terkait yang menangani Gunung Merapi seperti Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi termasuk koordinator masing-masing posko pengungsian bisa bersinergi untuk menyampaikan informasi terkini terkait kondisi Gunung Merapi.
"Harus dicari pola komunikasi yang cepat, kemudian bagaimana mentransfer informasi ke posko utama termasuk kepada komandan barak pengungsian sehingga masyarakat mengetahui dengan segera apa yang terjadi. Masyarakat sekarang ini mudah termakan isu, Mbah Maridjan tak ada, seperti ayam kehilangan induknya," jelas Tjatur.
Kemarin Tjatur meninjau langsung Balai Desa Sewukan, Kecematan Dukun, Magelang. Dalam pengamatannya, kondisi di pengungsian itu sangat buruk. "Balai itu tidak siap menampung pengungsi karena memang bukan tempat pengunsian. Memprihatinkan, kekurangan makanan, selimut termasuk obat-obatan," katanya.
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga berharap pemerintah segera menyusun langkah pascabencana. Kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi dan UKM harus mencari cara menyelamatkan nasib warga yang kehilangan mata pencahariannya.
"Harus ada rencana pasca bencana. Mereka mau pulang ke rumah tetapi rumahnya hancur atau tertutup abu vulkanik sementara ternak banyak yang mati. Pasca ini bagaimana menanganinya. itu yang harus dipikirkan pemda, jangan dibiarkan jadi pengangguran. Mereka jangan ditinggalkan begitu saja," tutupnya.
(Ferdinan)