Mengapa Globalisasi Berlangsung

Arpan Rachman, Jurnalis
Senin 15 November 2010 16:14 WIB
Share :

Judul: Globalisasi – Jalan Menuju Kesejahteraan
Dari: Why Globalization Works
(Copy arranged with: Felicity Bryan Literary Agency 2a North Parade, Banbary Road, Oxford, OX 2 6LX, United Kingdom through Tuttle-Mori Agency Co., Ltd.)
Penerbit: Freedom Institue bekerjasama dengan Yayasan Obor Indonesia
Isi: 459 halaman
ISBN: 978-979-461-643-7

 
Artikel bertajuk On Mitford’s History of Greece dimuat dalam Knight’s Quarterly Magazine pada November 1824. Di sana, Thomas Macaulay menyatakan silogisme pertentangan dalam sebuah argumen. “Perdagangan bebas, salah satu berkat terbesar yang bisa diberikan pemerintah kepada rakyat, ternyata tidak populer di hampir setiap negeri,” tulis Thomas.

Dibuka dengan mengutip premis tentang perdagangan bebas oleh Thomas Macaulay kala 186 tahun silam, Martin Wolf penulis buku Globalisasi: Jalan Menuju Kesejahteraan memberitahu mengapa dia menulis buku ini.

Globalisasi, sebuah proses paling mempengaruhi hajat hidup orang banyak di dunia saat ini. Tidak ada satupun masyarakat yang tidak terkena dampaknya. Sebagai produk perkembangan ilmu pengetahuan, globalisasi bermuatan daya inovasi dan teknologi yang semakin mengecilkan arti tapal batas politik dan geografi. Dirangkum sebagai kejadian, globalisasi merupakan hasil dari perubahan-perubahan besar di dunia finansial, manajemen perusahaan, dan tata pemerintahan modern yang semakin terbuka dan demokratis. Tingkatan fundamentalnya didorong oleh sifat inheren pada diri banyak orang untuk selalu ingin lebih tahu, lebih bebas, lebih maju serta lebih mampu berhubungan dengan orang-orang lain di tempat-tempat yang berbeda.

Tertuang telaah disajikan Wolf dalam 5 bagian, terbagi atas 14 bab. Jukstaposisinya mencakup catatan, daftar pustaka, dan indeks. Diujungi melimpah-ruahnya 18 tabel dan 7 grafik, buku ini seperti “surga” bagi penyuka misteri antik statistik dalam “tembakan gaya koboi” makroekonomi.

Gelora perdebatan tentang globalisasi mungkin telah mencapai tingkat yang dapat menghambat telaah rasional. Buku ini menjelaskan bagaimana globalisasi berperan membawa kesejahteraan dan mengapa ia adalah jalan yang masuk akal untuk terus dijalani.

Ditulis dengan semangat penulisan yang kuat untuk mengajak berpolemik, Martin Wolf memapas pelbagai serangan terhadap globalisasi, melantaskan teorinya mendasar ke masing-masing serangan itu, dan membeberkan suatu masa depan yang lebih berpengharapan.

Tak terpungkiri, argumen politik dan ekonomi mendukung mendunianya ekonomi pasar di bawah tajuk “perdagangan bebas”. Sedangkan di pihak penuduh dan pengecamnya, globalisasi dituding telah menggerogoti kedaulatan negara, melemahkan demokrasi, memperlebar jurang kaya-miskin, memihak perusahaan multinasional penghisap, dan merusak lingkungan.

Martin Wolf, komentator utama bidang ekonomi dan redaktur tamu untuk Financial Times, dosen pada Nuffield College, Oxford, dan University of Nothingham, terdidik di Oxford, dan bekerja sebagai ekonom untuk Bank Dunia pada 1970-an di Kenya, Zambia, dan India. Yang juga menulis untuk Foreign Affairs dan Foreign Policy, termasuk menulis sejumlah pamflet tentang perdagangan dan penyatuan keuangan Eropa. Pernah meraih sejumlah penghargaan dalam karir kewartawanannya, termasuk CBE pada 2000 untuk jasanya di bidang jurnalisme keuangan.

Dia, yang menulis buku ini, menunjukkan bahwa rintangan terbesar kemajuan ekonomi dunia bukanlah kegagalan pasar, namun politik dan kebijakan. Meletakkan globalisasi pada perspektif ancaman terhadapnya – termasuk terorisme – Wolf menganjurkan sebuah jalan menuju suatu ekonomi pasar global yang bekerja lebih baik, dan untuk lebih banyak orang. Mungkin ketimbang yang pernah terjadi dulu, globalisasi kini merupakan pilihan terbaik, ketimbang yang telah lalu-lalu.

Idealnya anjuran ala Wolf barangkali diterapkan jadi model baru. Mirip secawan piring besar yang dipakai buat makan bersama. Jamuan itu untuk apa kita belum mafhum semua. Asal jangan di acara gala nanti, tampil para pelayan memakai “tangan tak terlihat” segala. Silakan memilih menu: globalisasi baik atau buruk. Mari…

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya