Rapat Pleno Ricuh, Tiga Orang Diamankan

Hasan Kurniawan, Jurnalis
Rabu 17 November 2010 17:27 WIB
ilustrasi
Share :

TANGERANG- Rapat pleno penghitungan suara KPU Tangerang Selatan, di Wisma Syahida UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Timur berlangsung ricuh.

Para pendukung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel nomor urut tiga Arsid-Andre Taulany memprotes hasil rekapitulasi yang disampaikan masing-masing PPK.

Akibat aksi protes itu, satu orang pendukung Arsid-Andre dikeluarkan dari ruang rapat. Sementara itu, di depan gedung Wisma Syahida, tempat KPU melangsungkan rapat.

Ribuan para pendukung Arsid-Andre terpancing emosi dan meringsek masuk ke dalam ruang rapat pleno. Namun, dicegah oleh petugas gabungan dari Polres, Polsek, Polda Metro Jaya, Brimob dan Polsek Metro Ciputat serta Pamulang.
 
Di luar gedung, dua orang pengunjuk rasa yang dianggap sebagai provokator kericuhan diamankan petugas keamanan. Namun, dua orang itu langsung dibebaskan tanpa syarat. Sedang sidang pleno rekapitulasi KPU Tangsel tetap dilangsungkan.

"Kami menemukan banyak terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan calon nomor urut empat Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie. Bentuk pelanggaran itu sangat sistematis dan massif, baik ditingkat KPU maupun ditingkat KPS," ujar Suryadi, saksi pasangan calon nomor urut tiga, kepada Okezone, Rabu (17/11/2010).

Suryadi menambahkan, dalam rapat pleno rekapitulasi suara KPU Tangsel, saksi masing-masing pasangan calon punya hak membeberkan data kecurangan yang didapatkannya dilapangan.

"Kami menemukan ada petugas KPPS yang menjadi tim sukses pasangan calon nomor urut empat. Kami juga menemukan banyak kartu dan pemilih siluman yang tidak terdaftar dalam DPT. Kami menduga terjadi penggelembungan suara yang diakomodir oleh pasangan nomor empat di masing-masing TPS," tukasnya.

(Carolina Christina)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya