TANGERANG - Ribuan orang pendukung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan Arsid-Andre Taulany melakukan aksi demonstasi di depan Wisma Syahida UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangsel.
Dalam aksinya, mereka menuntut rapat pleno terbuka rekapitulasi KPU Tangsel dilakukan secara jujur dan adil. Mereka juga mendesak agar pasangan calon nomor urut tiga ditetapkan sebagai pemenang dalam perhelatan Pemilukada Tangsel.
"KPU harus jujur dan adil dalam menentukan pemenang Pemilukada Tangsel. Jangan jadikan Tangsel sebagai menipulasi kekuasaan," terang Nasrul, salah seorang pendemo, Rabu (17/11/2010).
Nasrul mengaku, dalam aksi tersebut dirinya tidak dibayar. "Aksi ini murni aspirasi warga Tangsel. Kami menduga telah terjadi kecurangan secara sistematis yang dilakukan KPU. Saat penghitungan suara ditingkat TPS, pasangan Arsid-Andre mendapatkan jumlah tertinggi. Tetapi saat rekapitulasi PPK, suara Airin-Benyamin lebih tinggi dari pasangan Arsid-Andre," tambahnya.
Aksi demontrasi massa pendukung Arsid-Andre itu dilakukan sekira pukul 12.00 WIB. Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan kecaman terhadap KPU yang diduga melakukan manipulasi suara.
Massa pendukung itu mendapatkan pengawalan ketat dari petugas Polsek Metro Ciputat, Polsek Pamulang, Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya, lengkap dengan tameng, senjata laras panjang, dan satu unit mobil water canon.
"Tadi mereka sempat meringsek maju ke depan gedung tempat pleno KPU dilakukan. Tetapi cepat didorong oleh petugas yang berjaga. Untuk mengantisipasi tindak anarkis warga, kami juga sudah menaruh mobil water canon di belakang gedung," terang salah seorang petugas bersenjata laras panjang.
(TB Ardi Januar)