PURWAKARTA – Sekeluarga tewas tersambar Kereta Api (KA) Argo Parahyangan jurusan Jakarta-Bandung di Km 116+800, tepatnya di Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.
Korban tewas terdiri sepasang suami isteri (pasutri), serta seorang anak yang masih berusia 12 tahun. Korban selamat hanyalah balita berumur dua tahun, dan kondisinya kini dalam keadaan kritis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih.
Identitas korban meninggal, antara lain Ujang Karmita, (36), Nuryeti Binti A Haerudin (30), serta anak perempuannya Tia (12). Semua korban merupakan warga RT 02/04 Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di lapangan, Kamis (2/12/2010), peritiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, di saat mereka usai mengunjungi keluarganya di Kampung Cibuntu RT 27/08, Desa/Kecamatan Sukatani.
Kemudian keluarga kecil ini hendak melanjutkan silaturahmi ke Garut dengan menumpang Kereta Api Diesel (KRD) di Stasiun Sukatani.
Karena jarak antara rumah dan keluarganya terbilang dekat, mereka memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri rel kereta. Hanya sekitar 50 meter sebelum stasiun, korban sama sekali tak mendengar kalau dari arah Purwakarta menuju Bandung, atau dari arah belakang datang KA Argo Parahyangan.
Kepala Stasiun Sukatani Aang Suardi sempat memperingatkan mereka begitu terlihat iring-iringan korban yang berjalan di pinggir Jalur 2. Di mana jalur tersebut merupakan jalur yang akan dilintasi kereta tersebut. Dirinya pun kemudian berteriak-teriak agar menyingkir dari lokasi itu. Tapi teriakannya seolah tak didengar sehingga akhirnya korban tersambar kereta.
“Suara saya sampai serak meneriaki mereka agar menyingkir dari jalur dua. Tapi rupanya teriakan saya tak didengar. Saya melihat korban terpental sampai beberapa meter, termasuk salah seorang balita yang mental terlepas dari gendongan ibunya,” ungkap Aang.
(TB Ardi Januar)