PELALAWAN- Masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah dengan populasi pohon bintaro yang cukup subur bisa memulai usaha pengolahan biji bintaro menjadi bahan bakar alternatif.
Biji yang digunakan diambil dari buah bintaro yang sudah tua, biasanya berwarna hijau tua atau merah kecoklatan. Pohon bintaro bisa tumbuh hingga delapan meter. Namun, berhati-hatilah ketika mengambil buah seukuran mangga ini, sebab getahnya bisa menyebabkan gatal-gatal bila terkena kulit.
Biji bintaro yang terkumpul kemudian dijemur hingga kering. Biasanya, waktu yang dibutuhkan adalah sekira lima hari. Biji yang sudah kering tersebut kemudian digiling dan diperas menggunakan alat khusus hingga menghasilkan minyak nabati.
"Minyak yang berwarna merah kehitaman ini tidak kalah kegunaannya dengan minyak tanah. Minyak bintaro bisa digunakan untuk bahan bakar kompor, lampu teplok, lampu patromax dan pengganti solar pada mesin diesel," ujar Ketua Tim Peneliti Pengembangan Minyak Nabati dari Biji Bintaro dari Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Aris Purwanto di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (29/12/2010) kepada okezone.
Aris menambahkan, 6 kg biji bintaro bisa menghasilkan minyak hingga tiga liter. Untuk hasil lebih maksimal. Sebelum biji diperas, sebaiknya biji disangrai agar kandungan minyak yang keluar lebih banyak.
Cukup mudah bukan? Silahkan mencobanya! (rfa)
(Rani Hardjanti)