Jurnalis Tewas Lagi, Filipina Negara Bahaya Bagi Media

Fajar Nugraha, Jurnalis
Senin 24 Januari 2011 19:23 WIB
Ilustrasi: Ist
Share :

MANILA - Seorang jurnalis radio di Filipina ditembak mati hari ini. Insiden ini makin mengukuhkan Filipina sebagai negara paling berbahaya untuk media.


Korban beranam Gerardo Ortega yang menjadi penyiar di Palawan, ditembak pada bagian kepalanya saat sedang berbelanja di pusat perbelanjaan usai siaran. Polisi berhasil menangkap pelaku penembakan, namun masih dapat mengetahui motif penembakan mematikan ini.

"Kami belum dapat memastikan apakah pembunuhannya terkait dengan pekerjaannya sebagai jurnalis radio. Rekan pelaku saat ini sedang dalam pengejaran," ungkap anggota polisi Robert Dagala seperti dikutip AFP, Senin (24/1/2011).

Jurnalis kerap menjadi target dari penguasa Filipina yang ingin membungkam mereka, bila memang terlalu kritis terhadap penguasa. 

Serikat Nasional Jurnalis Filipina mencatat, 142 jurnalis tewas dibunuh sejak kejatuhan diktator Ferdinand Marcos di tahun 1986. Jumlah ini termasuk 30 orang jurnalis yang tewas dalam pembantaian berbau politis di tahun 2009, yang total telah menewaskan 57 orang.

Media dan kelompok pemerhati HAM menyatakan jurnalis di Filipina menghadapi bahaya lebih tinggi dibandingkan negara lain, karena budaya merasa bebas dari hukum yang dimiliki oleh para penguasa di negara tersebut. 
Sebelumnya Presiden Benigno Aquino berjanji akan membuat Filipina jauh lebih bersahabat bagi para jurnalis. 

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya