DEPOK - Ahmad Fachri, bayi laki laki berusia 5 bulan ini hanya tergolek lemah di tempat tidur. Seharusnya di usia itu, seorang bayi sudah mampu tengkurap dan bercanda.
Namun akibat hydrocephalus (pembesaran pada kepala karena cairan), Fachri, yang tinggal di Cipayung Blok A Nomor 50 RT 03/28, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, hanya bisa terbaring diam. Meski besar kepalanya tidak sebanding dengan bentuk tubuhnya, namun Fachri tidak terlalu rewel meski sesekali ditinggal ibunya pada saat memasak.
“Dia sangat jarang menangis apalagi rewel, yang penting ada susu pasti dia tenang. Tapi, harga susu kan mahal, uang dari mana agar kami bisa rutin membelinya,” ujar ibu Ahmad Fachri, Dedeh (29), Kamis (27/1/2011).
Memang, pada saat baru lahir, Fachri yang memiliki berat 2,7 kilogram memiliki benjolan kecil di bagian depan dan belakang kepalanya. Namun, benjolan tersebut tidak terlalu dirisaukan.
Setelah berusia 2 bulan, benjolan mulai membesar terutama di bagian belakang kepala, jelas Dedeh.
Ayah bayi malang ini, Imang (34), hanya bekerja sebagai petugas unit pengelolaan sampah (UPS) di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Orangtua Fachri hanya mampu membawa Fachri berobat ke Puskesmas terdekat hingga dirujuk ke RSUD Depok.
Pihak RSUD Depok tak mampu menangani penderita hydrocephalus karena tidak memiliki perlengakapan lengkap. “Fachri kembali dirujuk ke RS Fatmawati. Namun, kami ada masalah keuangan, jadi tidak rutin. Balik lagi ke Puskesmas," ungkap Dedeh.
Keluarga Imang berasal tinggal menumpang di rumah orangtua dan memerlukan bantuan untuk melakukan operasi di RS Fatmawati hingga puluhan juta rupiah.
“Saya pusing memikirkan persiapan biaya nanti, karena hanya mengandalkan fasilitas Jamkesda dan itu pun biaya operasi nanti tidak semua ditanggung oleh Pemerintah Kota,” kata Dedeh.
(Dian AF)