nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kakak Beradik Penderita Hidrosefalus Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

Erie Prasetyo, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 14:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 09 608 2041066 kakak-beradik-penderita-hidrosefalus-ini-butuh-uluran-tangan-dermawan-zuBqImfUi8.jpg

MEDAN - Suara rengekan Hilmi Al Zikri (5) terdengar lirih dari sudut ruang rawat inap di rumah sakit Adam Malik, Kota Medan.

Kedua orangtuanya, Firmansyah (27) dan Nurafni (25) tak mengetahui jelas apa permintaan anaknya tersebut.

Firmansyah memiringkan badan Hilmi untuk mengobati luka di bagian bawah kepala yang terluka akibat terlalu lama berbaring.

Kondisi Hilmi sungguh memprihatinkan, dia menderita Hidrosefalus sejak dalam kandungan sang ibu. Hingga kini, dia hanya bisa terbaring di tempat tidur karena tidak sanggup menganggkat kepalanya yang telah membesar.

Berdasarkan keterangan ayahnya, Firman, mereka baru menyadari Hilmi menderita hidrosefalus saat usia kandungan telah 9 bulan.

"Ketahuan saat dikandungan usia 9 bulan," kata Firman saat dikunjungi oleh komunitas peduli kemanusian di rumah sakit Adam Malik, Senin 8 April 2019.

Keluarga Firman tinggal di daerah yang jauh dari perkotaan. Tepatnya di Desa Pematang Tengah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Firman yang merupakan kepala keluarga tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia hanya kerja serabutan saja. Kondisi anaknya yang menderita hidrosefalus juga membuat Firman dan istri harus memberi perhatian khusus untuk buat hati mereka.

Takdir yang sama juga dialami anak kedua dari pasangsn suami istri tersebut. Rafki Aulia Nazar (3 bulan) juga menderita hidrosefalus.

"Karena sudah tahu abangnya mengalami hidrosefalus kami rajin kontrol saat masih dikandungan namun memang takdir berkata lain saat di USG di usia kehamilan 7 bulan hal sama juga terjadi dengan anak kami yang kedua," jelas Firmansyah.

Saat ini, mereka hanya pasrah pada arahan dokter dimana anaknya dirawat saat ini yaitu di RSUP. H. Adam Malik. Karena ia mengaku sudah sejumlah rumah sakit di datanginya tapi tak kunjung ada solusi buat anaknya.

"Sudah membawa anak saya ke sejumlah rumah sakit namun belum ada solusi untuk kesembuhan. Anak kami yang kedua sudah dioperasi di Banda Aceh, saat ini dirawat pihak keluarga di rumah," tambahnya.

Moris, Perawat Pelaksana dimana Hilmi dirawat mengatakan Hilmi Masuk ke RSUP H.Adam Malik pada 3 April 2019 dan masuk ruangan bedah saraf sekitar pukul 1 dini hari. Dikatakanya diagnosis saat masuk Hilmi mengalami hidrocepalus atau cairan dalam otak.

"Sudah kami jelaskan kepada keluarga bahwa tidak akan ada tindakan operasi hanya lebih untuk ke perbaikan gizi. Dokternya sudah datang dan sudah diterapi," paparnya.

Sementara itu, komunitas Shodaqoh Ummat, Dedy Harahap mengatakan pihak keluarga butuh dukungan moril dari semua pihak.

"Semoga kepedulian kita terhadap sesama dapat terus berlanjut , dan semoga Allah berikan kita kemudahan rezeki utk selalu dapat berbagi. Kami dari komunitas Shodaqoh Ummat mengajak kepada Kita semua untuk mari berjamaah serta peduli terhadap saudara kita yang sangat membutuhkan bantuan dan perhatian," tegasnya.

Di tempat yang sama, Wakil ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Medan, Fahmi Sakhi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung Abang beradik korban hidrosefalus.

"Kita berharap ada perhatian serius dari pemerintah terhadap warga yang mengalami penyakit hidrosefalus karena banyak sudah kasus yang ditemukan. Terutama kita minta agar pemerintah menyosialisasikan terkait penyakit ini agar masyarakat bisa mengantisipasi paling tidak mencegah. Semoga keluarga dan kedua adik kita tetap semangat," pungkas Fahmi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini