Kepala Dinas Peternakan Suspect Flu Burung?

Fani Ferdiansyah, Jurnalis
Jum'at 25 Februari 2011 18:32 WIB
Ilustrasi flu burung (Foto: Ist)
Share :

GARUT- Kepala UPTD Peternakan Kecamatan Banyuresmi, Nenok Kusmayati (49), dirawat intensif di ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut mulai hari ini.

Kepala UPTD Peternakan Kecamatan Banyuresmi, Nenok Kusmayati (49), dirawat intensif di ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut mulai hari ini.
Pasien yang merupakan warga Perum Cempaka Indah RT 02 RW 16, Kelurahan Lebak Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, itu dirawat intensif karena diduga menjadi penderita suspect flu burung dengan menunjukan gejala demam tinggi dan sesak nafas.

Anak pasien, Desi (26), menuturkan ibunya tersebut mengalami gejala demam dan sesak nafas pada Kamis 24 Februari lalu sekira pukul 18.00 WIB. Karena suhu tubuh dan kondisi pernafasannya tidak juga membaik, keluarga membawa pasien ke RSUD dr Slamet Garut untuk berobat.

“Tapi oleh pihak rumah sakit, ibu saya dimasukan ke dalam ruang isolasi. Saya sendiri belum tahu pasti penyebabnya apa. Cuma pada Kamis kemarin itu ibu saya mengalami demam dan sesak nafas. Kami sempat merawatnya di rumah. Karena kondisinya tidak kunjung sembuh, kami membawanya kemari,” kata Desi saat ditemui di RSUD dr Slamet Garut, Jumat (25/2/2011).

Perawat pelaksana ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut, Asep Roni Heryanto, membenarkan kondisi pasien saat masuk ke rumah sakit sudah dalam keadaan demam tinggi dan sesak nafas. Disebutkan dia, suhu tubuh pasien saat masuk ke rumah sakit melebihi batas normal, yaitu 39 derajat selsius.

“Memang saat masuk dan diperiksa oleh dokter di sini, kondisinya menunjukan gejala penderita flu burung, seperti suhu tubuh diatas batas normal. Kami langsung memberinya sejumlah antibiotik, vaksin, obat tamiflu, dan oksigen untuk meredakan sesak nafasnya. Alhamdulillah, saat ini kondisinya sudah sedikit membaik dengan suhu tubuh menurun menjadi 36 derajat selsius. Tapi kami masih terus memberinya oksigen karena sesak nafasnya belum juga mereda,” paparnya.

Asep sendiri belum bisa memastikan pasien yang dirawat di ruang isolasi ini positif mengidap penyakit flu burung. Untuk memastikannya, lanjut dia, sampel cairan hidung dan mulut pasien telah dikirim pihak rumah sakit ke laboratorium kesehatan Jakarta.

“Saya sendiri belum bisa memastikan. Hasilnya baru kita ketahui besok. Karena sampel cairan hidung dan mulut baru kita kirimkan ke laboratorium di Jakarta barusan. Hanya saja memang, sejak virus H5N1 mewabah di Kecamatan Banyuresmi beberapa waktu yang lalu, pasien ini sudah aktif melakukan pemeriksaan terhadap banyak bangkai ayam yang mati di sana,” ujarnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya