nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akhir Tahun, Flu Burung Serang Kapuas

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Kamis 29 Desember 2016 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 12 29 340 1578067 akhir-tahun-flu-burung-serang-kapuas-eaMI0xC5bb.jpg

KAPUAS - Ratusan itik jenis Albino milik Abdul Salam warga Desa Basarang KM 2,5 Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, Kalteng mati secara mendadak. Hingga hari ini jumlah itik yang mati sudah lebih dari seratus ekor. Kematian itik ini sidah dipastikan positif terserang flu burung.

Menurut Ramnah (27) istri Abdul Salam, kematian itik-itiknya dimulai sejak 19 Desember 2016. Dia dan suaminya pun sudah melaporkan kematian itik-itiknya kepada Dinas Peternakan (Distanak) Kabupaten Kapuas.
 
“Waktu hari pertama awalnya hanya tiga ekor  itik  kami yang mati, beberapa hari kemudian puluhan ekor lagi mati dan hingga kini dari sekitar 500 ekor itik  sudah lebih dari 100 ekor yang mati. Adapun saat mulai melemah kemarin, sebanyak 100 ekor sempat kami  jual. Sedangkan bangkai itik yang mati kami buang ke sungai dan sebagian dikubur," aku Ramnaj di rumahnya, Kamis (29/12/2016).

Saat ditanya apakah dirinya mengetahui bahwa bangkai itik tidak boleh dibuang sembarangan dan itik yang sudah terserang flu burung itu tidak boleh dijual untuk dikonsumsi, Ramnah mengaku mereka tidak tahu karena tidak ada perintah larangan dari dinas peternakan.

"Beberapa waktu setelah kami melapor, baru pihak dinas peternakan yakni petugas kesehatan datang. Mereka mengambil sampel dan dikatakan itik kami terserang flu burung. Kami hanya diberi obat untuk dicampur dalam tempat minum itik, tidak ada diberi peringatan atau larangan, makanya itik 100 ekor sempat kami jual, kami tidak tahu kalau itu tidak boleh dikonsumsi," bebernya.

Terpisah Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas Drh Rudjito membenarkan adanya ratusan itik ekor milik warga Desa Basarang yang mati yang diduga kuat serangan flu burung.
 
“Setelah kami mendapatkan laporan petugas kami langsung turun ke lapangan untuk melkakukan pemeriksaan dan setelah melakukan tes menggunakan alat Rapedtest hasil sementara positif flu burung,” kata Rudjito.

“Tanggal 21 Desember kami ke sana mengambil sampel. Kalau hasil resmi belum ada, cuma kalau hasil yang kami tanya lewat telepon postif flu burung. Apabila hasil positif flu burung itu resmi kami terima dalam bentuk surat, maka kami segera atau hari ini juga akan melakukan pemusnahan itik yang masih tersisa hidup dengan cara dibakar. Kami juga akan melakukan penyemprotan agar virus tidak menyebar,” tandasnya. (sym)

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini