Positif Flu Burung, Puluhan Ayam Senilai Miliaran Rupiah Dimusnahkan di Banda Aceh

Antara, · Rabu 10 Februari 2021 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 340 2359634 positif-flu-burung-puluhan-ayam-senilai-miliaran-rupiah-dimusnahkan-di-banda-aceh-t79ao1njtf.jpg Positif flu burung, ayam selundupan dimusnahkan (Foto: Antara)

BANDA ACEH – Puluhan ekor ayam selundupan positif flu burung dimusnahkan petugas dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh bersama Stasiun Pertanian Kelas I Banda Aceh. Ayam tersebut diduga berasal dari Thailand dengan nilai mencapai Rp2 miliar.

Pemusnahan ayam dilakukan di Instalasi Karantina Pertanian Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh di Blangbintang, Aceh Besar, Selasa (9/2/2021). Puluhan ekor ayam disuntik mati lalu dibakar.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh, Safuadi mengatakan ayam yang dimusnahkan sebanyak 89 ekor. Harga ayam-ayam ini berkisar Rp20 juta hingga Rp50 juta. 

“Ayam-ayam ini dimusnahkan karena positif virus flu burung,” katanya.

Baca Juga:  Virus Korona Belum Selesai, China Dilanda Flu Burung

Pemusnahan puluhan ekor ayam tersebut untuk menyelamatkan ancaman kesehatan masyarakat. Sebab, ayam-ayam selundupkan tersebut terjangkit virus flu burung yang bisa menular kepada manusia.

"Kalau ayam-ayam ini tidak dimusnahkan, bahayanya untuk kesehatan manusia. Jika menular, biaya penanganannya lebih mahal. Karena itu, menjadi tugas bea cukai sebagai protektor," kata Safuadi.

Dia menambahkan, puluhan ekor ayam ini merupakan hasil penindakan penyelundupan di perairan ujung Kabupaten Aceh Tamiang. Puluhan ekor ayam tersebut dibawa kapal tanpa nama.

Dari penindakan tersebut turut diamankan tiga tersangka. Seorang di antara residivis dan pernah melakukan perbuatan serupa.

“Ketiga tersangka ditahan penyidik bea cukai," kata Safuadi.

Dia menambahkan, pemusnahan ini juga menjadi edukasi kepada masyarakat untuk tidak memelihara binatang yang terjangkit penyakit. Apalagi, dari luar negeri tanpa melalui pemeriksaan kantor karantina.

Selain puluhan ekor ayam, ada juga tiga ekor kura-kura kuning. Kura-kura tersebut tidak dimusnahkan karena hasil pemeriksaan tidak membawa virus.

Baca Juga:  Belum Selesai Virus Korona, China Kini Diserang Flu Burung

Nantinya, kura-kura tersebut diserahkan kepada lembaga khusus menangani satwa seperti BKSDA atau Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Sebab, kura-kura tersebut bukan hewan asli Aceh. “Kura-kura ini sifatnya invasif yang bisa merusak ekosistem di Aceh," kata Safuadi. 

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Kelas I Banda Aceh Ibrahim menegaskan, puluhan ekor ayam tersebut harus dimusnahkan karena terjangkit virus. Jika tidak dimusnahkan, maka bisa menulari ayam yang ada di Aceh.

"Ada dua ayam yang selama di instalasi kami mati setelah tertular virus dari ayam tersebut," kata Ibrahim.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini