GROBOGAN- Aliran Mbah Suranto yang memperbolehkan tukar pasangan ternyata mendapat penolakan dari keluarga pendiri Al Mahad Tanwirul Qulub Padepokan Padang Ati itu sendiri.
Bahkan keluarga menolak pengikut Mbah Suranto mrngunjungi atau nyekar ke makam Abdul Hasan atau Makam Logender, yang masih satu keturunan dengan Suranto.
Maksum, kakak sepupu Suranto, mengatakan pelarangan jemaah PPA ke makam yang dituakan di wilayah tersebut bukan tanpa alasan. Keluarga menilai, aliran yang dibawa Suranto telah menyimpang dari ajaran Islam.
Dalam ajaran Islam yang sesungguhnya, lanjut Maksum, laki-laki maupun perempuan haram hukumnya berpegangan apalagi memangku dan berhubungan layaknya suami istri.
Atas hal tersebut, Makam Logender yang berada di Desa Lohgender, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini tertutup bagi Suranto bersama pengikutnya. Sehingga mereka tidak bisa berdoa dan melakukan ziarah ke makam tersebut.
Sebelumnya, Suranto menganggap dirinya sebagai wali karena mendapat wahyu dari Allah. Dalam ajarannya, Suranto mengizinkan pengikutnya untuk tidak salat.
Selain itu seluruh istri jemaah diwajibkan bersetubuh dengan Mbah Ranto. Yang lebih aneh lagi, dalam berzikir atau berdoa, semua anggota PPA juga diwajibkan memberikan doa atau hadroh kepada sebangsa api seperti jin setan dan iblis.
Mereka juga menyakini setiap malam lailatul qodar, semua pintu dan jendela harus dibuka karena banyak malaikat akan masuk ke rumah. Atas syarat yang dibilang enak tersebut, pengikut Suranto mencapai 300 orang.
Hingga saat ini Mbah Ranto belum diketahui keberadaannya, namun berdasarkan informasi dia berada di Bandung, Jawa Barat. Aliran ini juga sudah dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia setempat.
(Kemas Irawan Nurrachman)