YOGYAKARTA - Kelompok mahasiswa dengan basis daerah dapat menjadi pemersatu para mahasiswa rantau. Salah satunya ditunjukkan Forum Komunikasi Mahasiswa Minang (Forkommi) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kelompok mahasiswa Minang di UGM tersebut baru-baru ini menghelat musyawarah besar (mubes) tahunan.
Tahun ini, Forkommi UGM mengusung tema "Saciok bak ayam, sadancing bak basi; Ka bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun; barek samo dipikua, ringan samo dijijiang." Tema tersebut dapat dimaknai sebagai suatu harapan bersama untuk mencapai kemufakatan lewat kesatuan dan kebersamaan.
Selain menandai pergantian kepengurusan, mubes juga menjadi agenda Forkommi UGM merumuskan kembali tata gerak organisasi yang secara formal tertuang di anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) maupun GBHK Forkommi UGM.
Mubes Forkommi UGM 2011 memilih Hendro Wibowo sebagai Ketua Umum periode 2011-2012. Mahasiswa Teknik UGM angkatan 2009 asal Kota Padang ini diharapkan mampu membawa nama organisasi menjadi lebih baik lewat berbagai program yang dia tawarkan dalam visi-misinya.
"Soliditas internal dan pengabdian akan kampung halaman adalah poin penting yang harus diwujudkan sebagai representasi mahasiswa perantauan, dan Hendro memiliki kapabilitas untuk mewujudkan semuanya," tutur salah satu peserta musyawarah sesaat setelah terpilih ketua baru.
Berita kiriman Vandy Yoga Swara - Mahasiwa Minang UGM
(Rifa Nadia Nurfuadah)