INGGRIS - Sekolah swasta di Inggris beralih menggunakan jasa debt collector untuk menagih orangtua yang masih menunggak uang sekolah anaknya.
Saat ini, banyak orangtua murid di Inggris menunggak uang sekolah lantaran kondisi ekonomi sedang sulit. Fakta ini diungkapkan Independent Schools Bursars Association (ISBA).
Menurut ISBA, semakin banyak sekolah swasta yang meyakini mereka tidak punya pilihan. Menggunakan jasa penagih utang diyakini sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi hal ini.
Salah satu jasa penagih utang, Daniels Silverman berharap bisa mengumpulkan 9 juta poundsterling atau setara dengan Rp125 miliar lebih (satu poundsterling Rp13.915) dari orangtua murid pada akhir tahun ini. Tahun lalu, jasa penagih utang berhasil mengumpulkan 5,8 juta poundsterling atau setara dengan Rp80,7 miliar.
Menurut ISBA, jumlah sekolah swasta yang meminta bantuan penagih utang meningkat menjadi 74 sekolah pada 2011. Pada 2010, ada 48 sekolah yang menggunakan jasa ini. Demikian seperti dikutip dari situs Guardian, Jumat (13/5/2011).
Jasa penagih utang lainnya Sinclair Goldberg Price tidak mau mengakui berapa banyak sekolah yang menggunakan jasanya. Namun menurut Sinclair, jumlah pengguna jasanya meningkat 70 persen dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, Sinclair telah mengumpulkan lebih dari 200 ribu poundesterling atau setara dengan Rp2,7 miliar lebih.
Sementara itu, salah satu kepala sekolah swasta yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, sekolah independen harus ‘cukup tegas’ untuk mengambil uang sekolah yang belum dibayar. “Kalau tidak, orangtua murid berpikir sekolah tidak akan berani. Ini memang sangat sulit lantaran orangtua murid susah untuk menerima kenyataan tidak dapat membiayai pendidikan anak mereka,” jelasnya.
Sekretaris Jenderal ISBA Mike Lower menyatakan sekolah akan lebih cepat menagih tunggakan menggunakan jasa penagih utang ketimbang melalui pengadilan negeri.
Independent Schools Council (ISC) yang mewakili lebih dari 1.200 sekolah mengatakan, 14 sekolah ditutup tahun lalu. Jumlah murid di sekolah swasta turun selama dua tahun belakangan. Jumlah siswa menurun sebanyak 786 orang tahun ini atau setara dengan 0,2 persen. Rata-rata, biaya untuk menyekolahkan anak di sekolah swasta meningkat 4,6 persen menjadi 13.200 poundsterling per tahun.
(Rifa Nadia Nurfuadah)