JAKARTA - Saat pertemuan petinggi Partai Demokrat di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu 25 Mei malam lalu, politisi Partai Demokrat mengingatkan agar Ruhut Sitompul tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Riset Data dan Publikasi DPP Partai Demokrat Prasetyo Sudrajat kepada okezone, Jumat (27/5/2011).
Prasetyo tidak membantah, pelurusan status Ruhut bukan sebagai juru bicara resmi partai, memang terkait pernyataannya yang kontroversial.
“Pada saat di Cikeas, beberapa kawan di DPP juga sudah bilang agar Ruhut janganlah mengeluarkan pernyataan kontroversial lagi. Dia memang kalau bicara kurang pakai ukuran. Itu kan enggak bagus untuk Demokrat,” jelas Prasetyo.
Namun beberapa kali diperingatkan, lanjut Prasetyo, pengacara kawakan yang juga anggota Komisi III DPR itu beralasan dia adalah pemain sinetron.
“Lah saya ini kan pemain sinetron jadi ngomong tidak ada beban,” ucap Prasetyo menirukan pernyataan Ruhut. Dilanjutkan Prasetyo, “Tapi kita ini kan bukan sedang bermain sinetron tapi politisi”.
Meski demikian, Prasetyo menegaskan, bukan berarti Ruhut tidak boleh lagi berbicara kepada media. “Dalam kapasitas sebagai anggota Komisi III DPR atau Ketua DPP Partai Demokrat, boleh saja. Setiap kader Demokrat boleh bicara. Hanya, posisi Ruhut bukan sebagai juru bicara resmi partai,” sebutnya.
(Dian AF)