BALIKPAPAN - Bertebarannya isu melalui SMS dan BBM akan terjadi kerusuhan atau bentrokan kelompok di Balikpapan, direspons para pelaku usaha.
Khususnya para pemilik ruko di Kompleks Cemara Rindang, Klandasan, Jalan Jenderal Sudirman. Sejak sore hingga malam ini, isu yang disebarkan melalui SMS itu membuat pemilik ruko memilih tutup tokonya sejak Rabu (6/7/2011) sore tadi.
Padahal, hingga malam ini tidak ada satupun bunyi SMS yang terbukti terjadi kerusuhan di lapangan. Pesan singkat yang bernada menghasut itu menyebutkan bahwa massa dari kelompok tertentu akan menyerang kawasan pertokoan Klandasan, Balikpapan Selatan.
Di SMS itu diingatkan agar warga menghindari kawasan Klandasan. Isu ini juga telah menjadi perbincangan dari sejumlah warga masyarakat yang menerima SMS. Saat Okezone berada di sebuah apotik di Jalan Ahmad Yani, seorang warga mengabarkan soal SMS itu kepada rekannya.
Begitupula saat beberapa jamaah di sebuah masjid di kawasan Ahmad Yani juga memperbincangkan hal yang sama. “Ya, Klandasan tutup katanya akan ada kejadian,” ujar seorang warga.
Sementara pantau di kawasan pertokoan Cemara Rindang termasuk Pasar Blauran (seperti Tanah Abang) semua toko tutup. Padahal toko-toko baru akan tutup pada pukul 21.30 Wita. Hanya beberapa toko yang buka seperti toko mini, swalayan, sementara lalu lintas masih relatif ramai meski hari-hari biasa jauh lebih ramai.
Tidak ada penjagaan dari aparat kepolisian di kompleks pertokoan Cemara Rindang hanya berjarak 300 meter dari Kantor Polres Balikpapan. Seorang warga yang ditemui di sekitar Klandasan juga mengaku heran dengan tutupnya ruko-ruko di kawasan itu.
“Mungkin karena jalan sepi jadi mereka lebih memilih tutup,” ujar seorang warga yang tengah berbelanja di toko swalan mini. Kondisi hampir sama juga ditemui di pertokoan Ruko Bandar yang berseberangan dengan Polres Balikpapan. Sebagian memilih tutup. Padahal di kantor Polisi itu masih banyak anggota kepolisian yang bertugas dan beristirahat.
Kondisi tersebut kontras dengan situasi di Jalan Ahmad Yani yang juga padat dengan aktivitas ekonomi seperti pertokoan, pedagang makanan tetap menjalankan usaha tanpa ada rasa kekhawatiran yang berlebihan. Bahkan Balikpapan Plaza, Balcony yang berada di kawasan Jendaral Sudirman tetap buka dengan penjagaan dari satpam. (ram)
(Ahmad Dani)