Melek Budaya dengan Membaca dan Jalan-jalan

Iman Herdiana, Jurnalis
Senin 25 Juli 2011 10:00 WIB
Ilustrasi : ist.
Share :

BANDUNG - Saat ini, generasi muda Indonesia cenderung dipengaruhi budaya luar khususnya budaya Barat. Budaya Indonesia yang merupakan kumpulan budaya lokal dari berbagai etnis dan suku cenderung dilupakan.  
Hal itu terungkap dalam Sharing Muda dan Budaya yang digelar Trijaya 91,3 FM yang disiarkan langsung (on air) di Festival Kuliner Jalan Dipati Ukur Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
 
Sharing menghadirkan dua pembicara muda Kota Bandung, yakni programer Komunitas Toko Buku Kecil (Tobucil) Tarlen Handayani dan Ketua Komunitas Kota Senema Esa Hari Akbar.
 
"Untuk membentengi diri kita supaya bisa menyaring budaya luar salah satunya dengan banyak membaca. Dengan membaca, kita akan kenal diri sendiri dan lingkungan. Jika kenal diri sendiri, akan mudah menyaring pengaruh budaya luar," ungkap Tarlen.
 
Dia mengaku, merasa beruntung tinggal di Indonesia sebagai negara yang sangat multikultur. "Indonesia adalah kumpulan orang dari beragam suku. Hal itu kita maknai untuk mencari ideologi bangsa," ujarnya.
 
Esa Hari Akbari mengungkapkan, untuk memaknai budaya generasi muda disarankan banyak jalan-jalan. Artinya, harus melek terhadap lingkungan di sekitarnya.
 
"Dengan jalan-jalan, kita harus pasang mata dan telinga, peka terhadap perkembangan lingkungan kita. Jika ada yang menarik harus dipelajari lebih jauh lagi untuk menghasilkan karya kreatif," papar peraih Eagle Award untuk film independen.
 
Esa menegaskan, budaya Indonesia merupakan sekumpulan budaya suku bangsa mulai dari Aceh hingga Papua. Orang Indonesia tidak boleh memisah-misahkan atau membeda-bedakan budaya suku bangsa tersebut karena berada dalam kesatuan Indonesia.
 
"Di luar negeri, budaya Kalimantan, Jawa, dan Aceh disebut budaya Indonesia. Namun, saat kembali lagi ke Indonesia, disebutnya budaya masing-masing," tuturnya.
 
Diskusi yang dimulai pukul 20.00 WIB itu dipandu host Radio Trijaya yakni Fajar Wirasubrata dan Adela Winata. Diskusi juga diselingi dengan sajian musik live yang dibawakan band Killing me Inside.
 
Puluhan anak muda yang umumnya mahasiswa menghadiri sharing Muda dan Budaya ini. Kebanyakan berasal dari kampus di sekitar Jalan Dipati Ukur.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya