JAKARTA - Kehidupan kampus merupakan fase lanjutan dari hidupmu, baik secara akademis, maupun psikologis. Setelah kamu menikmati gelora remaja yang mewarnai perjalanmu saat tiga tahun di sekolah dulu, melanjutkan kuliah merupakan harapan lazim tiap siswa.
Kemudian, secepat kedipan mata, kamu mendapati dirimu sedang bergumul dengan rangkaian tugas-tugas menutut dari dosen, yang biasa kita kenal dengan sebutan kuliah.
Di saat kamu menikmati sekelumit kehidupan kampus di fase dewasa awalmu, kamu akan banyak bergaul dengan sivitas akademika kampus, atau mulai menggeluti hobi baru hasil rangsangan dari UKM yang kamu kunjungi tiap Sabtu. Namun apa yang akan kamu lakukan jika tetiba ada sosok yang membuat pipimu merona?
Mungkin kamu bukan satu-satunya mahasiswa yang merasakan cinta saat kuliah. Banyak kisah mengiringi mahasiswa lainnya. Sedikit banyak, menjalin hubungan asmara kala kuliah akan mempengaruhimu, loh. Walaupun ada juga yang tidak terpengaruh sama sekali.
Pramitha Aryani contohnya, dia menganggap pacaran bukanlah hal bisa mengganggu kuliahnya. “Aku berusaha membedakan saat kuliah dan saat bersama pacar, jadi nilai IPK-ku enggak pengaruh,” ujar Mitha saat dihubungi okezone, Rabu (27/7/2011).
Pacaran, Mitha melanjutkan, harus ditangani dengan baik, “Kalau sudah bisa pacaran, mustinya kita bisa bagi waktu antara kuliah, UKM dan bersama pacar sendiri,” lanjut sarjana ilmu komunikasi ini. Mitha sendiri menjalin hubungan dengan kekasihnya sejak tahun kedua dia kuliah hingga akhirnya menikah di tahun ketiganya.
“Apalagi aku langsung menikah. Memang ada kendala ketika hamil dan cuti kuliah selama satu semester kala mau melahirkan. Selebihnya IPK-ku aman di angka 3,1 skala empat,” aku Mitha blak-blakkan.
Hal serupa dialami oleh Amy Galuh, Mahasiswi semester tujuh Unversitas Khairun Ternate, Maluku Utara, baginya pacaran tidak pengaruh pada perkuliahannya, “Aku masih bisa pertahankan IPK-ku yang sebesar 3,2 kok, tidak masalah. Kalaupun ada sebenarnya hanya lebih banyak izin tidak kuliah dengan alasan urusan keluarga,” mahasiswi jurusan hukum ini saat dihubungi okezone, Selasa (26/7/2011).
Lain hal dengan Mitha dan Amy, Tiara Dianingtyas jelas merasa kuliahnya terhambat lantaran pacaran. “Mungkin bukan nilaiku, tetapi waktuku yang betul-betul terganggu,” kata Tiara mengaku.
“Suka bolos juga untuk ketemu dengan pacarku yang beda universitas, enggak hanya itu, skripsiku juga sempat terbengkalai karena lebih memilih menghabiskan waktu dengan pacar,” lanjut mahasiswi tingkat akhir IISIP Jakarta ini sambil terkekeh.
(Rani Hardjanti)