Pelajari Risiko Menikah saat Kuliah (3)

Riani Dwi Lestari, Jurnalis
Rabu 27 Juli 2011 18:35 WIB
Ilustrasi : Corbis
Share :

JAKARTA - Apa yang akan kamu lakukan, ketika kamu sedang asyik-asyiknya menikmati harimu sebagai mahasiswa, kemudian si pujaan hati datang menemuimu lepas jam kuliah dan memintamu untuk menikah dengannya? Taruhan kamu pasti terkejut.
Namun jangan bimbang, menikah sebelum lulus kuliah ternyata merupakan hal yang sah-sah saja. Sebelum kamu menjawab pinangan kekasihmu, baiknya kamu segera simak Psikolog Rose Mini berbicara seputar pernikahan dini saat kuliah.
 
Menurut Rosemini pada dasarnya, menikah saat masih kuliah bukanlah sebuah masalah. Mahasiswa, menurutnya, harus mempersiapakan mentalnya sebelum melangkah ke pernikahan, karena pernikahan itu bukan hal sederhana.
 
“Sebuah pernikahan membutuhkan komitmen oleh masing-masing pihak, menyepakati sebuah komitmen bukanlah perkara mudah bahkan untuk orang dewasa sekali pun,” ujar psikolog yang akrab disapa Mba Romi, saat berbicara dengan okezone, Rabu (27/7/2011).
 
Belum lagi, Romi menambahkan, soal perkuliahan yang menurutnya juga merupakan satu hal yang sifatnya menuntut.
 
“Karena setelah melangsungkan pernikahan, mahasiswa akan dihadapi dengan proses adaptasi yang betul-betul ekstrim. Baik dari kehidupan peribadi dan sosialnya. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan dan mempelajari risiko-risiko ini. Jika dirasa siap, silakan menikah,” Romi melanjutkan.
 
Persiapan yang perlu diketahui banyak macamnya, selain dari diri sendiri. Mahasiswa perlu menayakan kesiapan pasangan dan para orangtua. “Apalagi jika dia laki-laki. Perlu perhitungan tersendiri, karena laki-laki sebagai tulang punggung keluarga. Mau tidak mau harus siap secara finansial,” tambahnya.
 
Hematnya, kesiapan seseorang untuk menikah itu berbeda-beda, bahkan tidak terpengaruh oleh usia. “Faktor penentu kesiapan seseorang untuk menikah adalah kematangan jiwa seseorang. Jadi belum tentu orang yang katakanlah usianya 25 lebih matang dan lebih dewasa daripada yang berusia 20 tahun,” imbuhnya.
 
Romi menyarankan, ada baiknya merundingkan niat mahasiswa untuk menikah dengan orangtua masing-masing. “Karena mahasiswa setelah menikah tidak hanya menjalankan peran sebagai suami atau istri seseorang, tetapi juga peran masyarakat, lingkungan dan sebagainya,” ungkapnya.
 
Jadi, bagaimana? Apa kamu sudah siap untuk menikah walaupun masih kuliah. Seperti kata Mba Romi, kalau kamu merasa sudah siap, mengapa kamu harus ragu?

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya