TANGERANG - Pertarungan memperebutkan kursi empuk Gubernur Banten 2011 mulai memanas. Kendati masa kampanye belum dimulai, masing-masing tim sukses pasangan calon sudah mulai melakukan kampanye terselubung.
Tidak hanya itu, mereka juga tampak saling serang satu dengan yang lain. Berbagai pelanggaran kampanye pun mulai dilakukan. Aksi saling melapor kesalahan yang satu dengan yang lain pun dilakukan.
Seperti yang menimpa Dirut PDAM Tirta Benteng, Marju Kodri. Belum lama ini, tim pemantau independen Pemilihan Gubernur Banten, Reclasseering Indonesia, melaporkannya ke Panitia Pengawas Pemilu Kota Tangerang. Marju diduga terlibat menjadi tim sukses pemenangan Wahidin Halim (WH) yang juga Wali Kota Tangerang.
Dalam laporannya, Marju dianggap sebagai salah satu pejabat dalam birokrat Pemerintah Kota Tangerang yang ikut mengerahkan massa dukungan untuk kemenangan pasangan WH-Irna Nurulita.
Panwaslu Kota Tangerang pun tidak tinggal diam. Setelah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi dan pelapor. Marju pun akan diperiksa terkait tudingan itu. Hari ini Marju dipanggil Panwaslu Kota Tangerang.
"Yang bersangkutan akan kami periksa hari ini. Terkait keterlibatannya dalam tim kemenangan WH-Irna," ujar Ketua Panwaslu Tangerang Wahyul Furqon.
"Setelah barang bukti dilengkapi, sudah saatnya Pak Marju kami periksa," terangnya.
Selain menjabat Direktur PDAM, Marju juga terlibat aktif dalam Pendawa, organisasi pemenangan WH-Irna dalam Pilgub Banten 2011. Kegiatan Marju telah melanggar UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
"Sebagai Direktur perusahaan daerah, Marju dilarang masuk menjadi tim sukses ataupun melakukan kampanye atas salah satu calon," ungkapnya.
(Insaf Albert Tarigan)