SBY Juga harus Perintahkan Polri Tangkap Nunun

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Selasa 09 Agustus 2011 07:45 WIB
Share :

JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi perintah kepada Polri membantu penangkapan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nunun Nurbaetie.

Ray mengingatkan agar pemerintah termasuk aparat penegak hukum juga memprioritaskan pemburuan sejumlah koruptor termasuk Nunun yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.
 
“SBY harus segera mengintruksikan untuk menangkap Nunun,” kata Ray Rangkuti kepada okezone, Senin (8/8/2011) malam.
 
Menurut Ray, Nunun mestinya mudah ditangkap sama seperti penangkapan buronan KPK Muhammad Nazaruddin di Cartagena, Kolombia pada hari Minggu (7/8/2011) malam.
 
“Nazaruddin saja dikejar habis-habisan ke luar negeri, kenapa Nunun dibiarkan? Apakah ini karena SBY tidak menyebut nama lainnya,” kritiknya
 
Pemerintah, sambung Ray harus memberi keadilan dalam proses hukum kepada semua koruptor terlebih yang sudah berstatus buronan. Publik, kata Ray menunggu kepastian hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi, baik Nazaruddin, Nunun ataupun lainnya. “Kita bisa melihat ini ada ketidakpastian hukum yang tidak sejajar antara keduanya, Nazar dan Nunun,” pungkasnya.

KPK mencegah Nunun ke luar negeri pada 24 Maret 2010 sehari sebelum Ditjen Imigrasi mengeluarkan surat cekal terhadap istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini.

Nunun pernah sekali menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi, awal Oktober 2010 namun setelah itu dia selalu mangkir dengan alasan sakit lupa berat dan tengah menjalani pengobatan di Singapura.
 
Status Nunun naik menjadi tersangka pada Februari lalu, namun Ketua KPK Busyro Muqoddas baru mengumumkan status tersangka ini pada rapat kerja bersama Komisi III DPR tanggal 23 Mei 2011.

Sampai saat ini lokasi keberadaan Nunun belum diketahui. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar pernah menyebut Nunun singgah ke Thailand termasuk ke Pnom Penh, Kamboja akhir Maret lalu.

(Ferdinan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya