JAKARTA - Paspor yang dipakai Nazaruddin untuk bepergian hingga ke Kolombia ternyata asli. Namun, paspor ini bukan atas nama Nazaruddin, foto yang terpampang bukan pula dirinya. Paspor itu milik seseorang bernama Syarifuddin, dan secara resmi dikeluarkan pihak imigrasi di Polonia, Medan.
"Paspornya asli. Tapi dipergunakan secara palsu. Itu paspor orang lain atas nama Syarifuddin, fotonya lain, namanya lain. Dia (Syarifuddin) ngasih ke Nazaruddin itu kan urusannya dia," ungkap Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar kepada wartawan di kantornya, Selasa (9/8/2011).
Karenanya, Patrialis menyesalkan jika publik kemudian menyalahkan pihak imigrasi Indonesia dalam kasus ini. Paspor Syarifuddin, jelas Patrialis, dikeluarkan pihak imigrasi Polonia Medan atas permintaan dari Syarifuddin sendiri, dan melalui prosedur resmi.
"Masa imigrasi disalahkan, boleh dong semua orang minta paspor. Paspornya juga sudah lama kok. Paspor itu dipakai kan urusan Nazaruddin bukan imigrasi. Paspornya asli!" ujarnya dengan nada tinggi.
Keaslian paspor yang beratas nama Syarifuddin ini juga dibenarkan Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Maryoto Sumadi.
"Berdasar penelitian di lapangan, bener dikeluarkan kantor imigrasi Polonia. Syarifuddin sendiri mengajukan permohonan ke Polonia, 15 Juni 2008, berkasnya lengkap, prosedur dan proses sesuai SOP," ungkapnya saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (9/8/2011).
Untuk menghindari tindak penyalahgunaan kembali atas paspor Syarifuddin, Ditjen Imigrasi telah mencabut paspor tersebut. Kepada Syarifuddin, juga telah dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan.
(TB Ardi Januar)