DEPOK – Meski sudah diantisipasi, namun munculnya gelandangan dan pengemis (gepeng) di Depok tidak bisa dihindari. Memasuki pekan kedua Ramadan, keberadaan mereka mulai terlihat banyak di sejumlah titik di persimpangan jalan.
Hal itu diakui Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok Gandara Budiana. Menurut Gandara, berdasarkan pemantauan, pihaknya sudah banyak menemukan para gepeng berkeliaran.
“Kami sudah menempatkan personel di tiap titik untuk mencegah gepeng, tetapi mereka tetap muncul juga. Kami menjaganya siang hari, ternyata trend-nya mereka mulai banyak pada malam hari di atas pukul 20.00 WIB,” kata Gandara kepada wartawan, Jumat (12/08/11).
Kebanyakan dari mereka, lanjut dia, biasa membawa anak bayi dan balita untuk mengemis. Pihaknya menengarai mobilitas para gepeng mudah masuk ke Depok karena adanya empat stasiun kereta rel listrik (KRL) yakni Stasiun Depok, Stasiun Depok Baru, Stasiun Pondok Cina, dan Stasiun UI.
“Kalau didrop sengaja oleh bos pengemis itu belum terlihat, tetapi sepertinya memang karena ada kereta, mereka naik kereta, saya belum mengecek di stasiun, baru melihat di jalan–jalan,” jelasnya.
Gandara menegaskan, tidak akan menangkap para gepeng namun hanya akan mengusir mereka. Dia juga tetap menempatkan personel di sejumlah titik seperti di Jalan Dewi Sartika, ujung Jalan Juanda, ujung terminal, dan Jalan Kartini.
“Mungkin nanti kami usir saja, tidak akan ada penangkapan, kalau pekerja seks komersial (PSK) baru kami tangkap dan kirim ke panti,” tandasnya.
(TB Ardi Januar)