Kehebohan tanah beremas

Abdillah MS (Sindo TV), Jurnalis
Senin 17 Oktober 2011 18:32 WIB
Warga berebut menambang emas di Sungai Logawa, Banyumas.
Share :

Sindonew.com - Di saat situasi ekonomi yang masih sulit, penemuan lahan yang diduga mengandung emas jelas mengundang kehebohan. Emas, logam mulia berwana kuning ini memang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Tak heran, emas juga menjadi buruan sejak lama. Tak pelak, misteri harta karun emas selaku menjadi misteri yang memikat perhatian. Terlebih di wilayah Nusantara ini terbukti kaya dengan kandungan logam mulia seperti emas, perak, serta beragam batu mulia. Buktinya, di Timika, Papua, beroperasi perusahaan tambang emas terbesar di dunia, PT Freeport.

Nah, bagaimana jika tanah di sekitar tempat tinggal kita mengandung emas? Berburu emas, sudah barang tentu itu yang dilakukan meski belum ada kepastiannya. Hal ini seperti yang terjadi di Desa Katomporang, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Sudah sepekan ini warga dihebohkan dengan penemuan lahan yang diduga menyimpan kandungan emas.

Memang, belum ada penelitian ilmiah yang memastikan lahan milik warga bernama Asri itu benar-benar menyimpan kandungan emas. Meski demikian, warga tetap mengambil bebatuan hingga ke dalaman 4 meter yang diyakini mengandung emas. Berita tentang temuan emas itu sudah ada sejak dua pekan lalu. Sejak itu ratusan warga terus mendatangi kawasan tersebut, baik untuk menambang atau sekadar menonton.

Mereka meyakini ada kandungan emas hanya berdasarkan penelitian sederhana oleh seorang warga dengan menggunakan alat pendeteksi logam mulia. Hasilnya, bebatuan yang ditemukan di lokasi itu memiliki ciri-ciri mengandung emas. Warga setempat berharap dinas pertambangan bisa membantu meneliti agar tidak ada kesimpangsiuran tentang ada kandungan emas yang ada di lahan sekira satu hektare tersebut.

Pemandangan tak jauh berbeda terjadi di Desa Kediri, Kecamatan Karang Lewas, Banyumas Jawa Tengah. Warga beramai-ramai nyebur ke Sungai Logawa. Di sungai ini, warga bisa dengan mudah mendapatkan butiran emas dari bongkahan batu cadas. Dengan alat seadanya, warga baik tua maupun muda mencari butiran emas ini untuk dikumpulkan. Butiran emas sebesar peluru senapan angin berada di pinggir Sungai Logawa sepanjang 70 meter. Hampir semua warga yang mencari butiran emas itu bisa memeroleh emas hingga lebih dari 10 gram.

Penemuan lokasi tambang emas ini tidak hanya menggegerkan warga Desa Kediri. Warga luar desa yang mendengar kabar ini juga berbondong-bondong ikut menambang emas. Uniknya sebagian besar emas yang berada di lokasi justru sudah berbentuk butiran. Menurut warga sekitar, dirinya sudah menanyakan kepada penjual emas jika yang didapatkan warga memang butiran emas namun masih mentah. “Kami sudah menanyakan ke ahlinya, ini memang emas hanya masih mentah masih harus dipoles,” ujar Slamet, salah seorang warga Desa Kediri.

Meski belum diketahui kepastian kandungan kadar emas di lokasi itu, namun warga berharap agar diperbolehkan menambang. Sementara pihak Pemerintah Kabupaten Banyumas sendiri belum berencana menutup penemuan lokasi tambang emas tersebut.

Keyakinan Indonesia kaya tambang emas memang bukan omong kosong. Melihat kondisi geologinya, banyak ahli percaya bahwa bumi Indonesia mengandung emas yang cukup kaya. Produksi emas Indonesia sekarang yang mencapai hampir 48 ton per tahun telah menempatkan Indonesia pada urutan ke-3 di Asia (sesudah Cina dan Papua Niugini) atau urutan ke-7 di dunia.

Indonesia amat kaya dengan gunung api tua. Itulah sebabnya kondisi geologi Indonesia sangat prospektif. Lebih disukai pula gunung api yang tadinya terbentuk di laut dangkal atau membentuk pulau kecil. Air laut telah membantu pembentukan cebakan emas karena sirkulasinya dalam perut bumi. Seperti masih terlihat sekarang, Indonesia kaya dengan jalur-jalur gunung api yang membentuk pulau kecil. Itulah sebabnya daya tariknya makin meningkat. Jalur emas Indonesia merentang dari Aceh sampai Sulawesi Utara, Irian Jaya, dan Kalimantan, atau seluruhnya mencapai lebih dari 8.000 kilometer.

Daerah yang sudah diketahui cebakannya terdapat di Aceh, Meulaboh, Muara Sipongi, Salida, Gunung Arum, Bengkulu, Lampung, Banten, Bogor, Tasikmalaya, Pacitan, Purwantoro, Sumbawa, Flores, Alor, Wetar, Sulawesi Tengah, Paleleh-Sumalata (Sulut), Minahasa, Kepulauan Sangir-Talaud, Kaputusan (Maluku).

Kemudian Pegunungan Jayawijaya-Irian Jaya seperti Geleide, Gunung Bijih (Ertsberg, Grasberg), Sungai Kakan, Pegunungan Cyclop, dan sekitar Jayapura. Jalur emas Kalimantan mempunyai dua cabang yaitu Kalimantan Barat-Kalimantan Timur dan Pegunungan Meratus-Kalimantan Timur. Jalur emas ini melalui Kalimantan Tengah. Para ahli menyebut jalur itu sebagai koridor emas Kalimantan. Tempat-tempat yang sudah diketahui pada jalur ini adalah Singkawang, Melawi, Karihun-Long Nawan, Schwaner, Masuparia, Kahayan, Mahakam, Kutai, Kendilo, dan lain-lain.

Emas diproduksi antara lain oleh PT Freeport Indonesia, PT Kelian Equatorial Mining, PT Prima Lirang, PT Indomuro Kencana, PT Monterado Mas, PT Ampalit Mas Perdana, PT Lusang Mining,  dan PT Aneka Tambang/G. Pongkor.



(Dadan Muhammad Ramdan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya