Jembatan Kutai Kartanegara runtuh

K. Yudha Wirakusuma (Okezone), Jurnalis
Sabtu 26 November 2011 18:41 WIB
Jembatan Kutai Kartanegara. (Wikimedia)
Share :

Sindonews.com - Bencana sepertinya tak pernah jauh dari Indonesia. Kali ini sebuah jembatan yang menghubungkan Tenggarong dengan Samarinda, Kalimantan Timur, runtuh sekira pukul 17.30 WITA atau 16.30 WIB.

Dalam insiden ini diperkirakan 25 mobil dan 20-an motor yang melintas di atasnya ikut tercebur ke dalam Sungai Mahakam. Salah seorang warga Tenggarong, Mikdad, menyatakan beberapa orang yang tercebur ke dalam sungai Mahakam berhasil menyelamatkan diri. Namun sebagian besar belum diketahui nasibnya.
 
"Jembatan yang roboh yang berada di sisi Tenggarong, bukan Samarinda," ujarnya kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (26/11/2011).

Diperkirakan 100 orang menjadi korban runtuhnya jembatan yang berjuluk Golden Gate Kalimantan ini. Pasalnya, "Masih ada yang terjebak di dalam, rata-rata mereka terjebak dalam mobil," kata Mikdad.

Saat ini, Tim SAR diketahui telah berada di lokasi untuk melakukan penyelamatan terhadap para korban. Selain itu, warga juga mulai berinisiatif membantu menyelamatkan korban.

Berdasarkan data yang terhimpun, Jembatan Kutai Kartanegara ternyata ambruk saat tengah diperbaiki. Informasi dari saksi mata di lokasi kejadian, ada sejumlah pekerja sedang beraktivitas di tengah jembatan sepanjang hampir 1 kilometer itu sebelum runtuh.
 
"Ada yang mengelas, ada yang mengencangkan kawat, dan ada yang memperbaiki lampu," ujar salah seorang saksi mata Dendat Kukar kepada Okezone.
 
Akibat adanya perbaikan ini, satu lajur jalan di atas jembatan ditutup sehingga mengakibatkan antrean panjang kendaraan. "Entah ambruknya karena kawatnya terlalu kencang ditarik atau apa, saya kurang tahu," ujar pria yang berkantor di sekitar jembatan.

Menurut Mikdad, runtuhnya itu didahului oleh patahnya kawat-kawat besi penyangga jembatan. Dendat menceritakan, situasi mencekam segera menyelimuti Tenggarong setelah jembatan runtuh. Suara teriakan terdengar di mana-mana.

"Ada satu korban selamat yang saya temui, dia cuma nangis-nangis saja. Ngakunya naik mobil bersama temannya saat tercebur ke sungai," tutur Dendat.

Dendat menyakini banyak korban tewas dalam insiden ini. Sebab sejumlah petugas membawa kantong-kantong mayat yang sudah ada isinya ke RSUD AM Parikesit menggunakan ambulans.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang menggelar resepsi pernikahan putranya, Edhie Baskoro Yudhoyono, mendapatkan laporan langsung dari Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, 30 menit setelah peristiwa. Dari telepon Gubernur Kalimantan Timur, Presiden mendapat laporan sementara sebanyak tiga orang tewas, dan 17 korban luka-luka.

Seketika itu Presiden langsung menggelar rapat mendadak dengan memanggil Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih. Dari hasil rapat tersebut, Presiden memerintahkan Agung dan Djoko berangkat ke lokasi peristiwa pada malam ini. Sementara Endang akan menyusul keesokannya.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi di lokasi resepsi pernikahan Edhie Baskoro, Jakarta Convention Center, dari hasil rapat terbatas Presiden telah mememerintahkan pengambilan langkah-langkah darurat.

Yakni, segera melakukan pencarian korban, melakukan pengamanan di tiap tepi jembatan, dan melakukan investigasi atas peristiwa tersebut. Kemudian Presiden juga memerintah pember

"Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam," kata Sudi, seperti dilaporkan Sindo Radio.
 
Jembatan Kutai Kartanegara adalah jembatan yang melintas di atas sungai Mahakam dan merupakan jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Bentang bebasnya, atau area yang tergantung tanpa penyangga, mencapai 270 meter, dari total panjang jembatan yang mencapai 710 meter.

Jembatan ini merupakan sarana penghubung antara kota Tenggarong dengan kecamatan Tenggarong Seberang yang menuju ke Kota Samarinda yang dapat ditempuh hanya sekitar 30 menit.

Sebagai jembatan kedua yang dibangun melintasi Sungai Mahakam setelah Jembatan Mahakam di Samarinda, dikenal sebagai Golden Gate-nya Kalimantan karena menyerupai jembatan di San Fransisco, Amerika Serikat.

Dibangun pada tahun 1995 dan selesai pada 2001 dengan kontraktor PT Hutama Karya yang menangani proyek pembangunan jembatan tersebut.


(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya