Ical Menilai SBY Tak Sepenuhnya Berdusta

Fiddy Anggriawan , Jurnalis
Rabu 21 Desember 2011 13:48 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Usai memberikan sambutan dalam diskusi panel Partai Golkar dengan tema Membangun Demokrasi Melahirkan Negarawan, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menilai kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak seluruhnya jelek.
 
"Saya kira tidak seluruhnya demikian, tidak tepat dikatakan kalau pemerintahan penuh dusta. Saya kira ada yang baik, ada yang kurang baik. Kita harus melihat satu hal yang lebih penting," ungkap pria yang akrab disapa Ical itu di JCC, Jakarta, Rabu (21/12/2011).
 
Menurut Ical dalam menilai tahun 2011, ada yang baik, ada juga yang tidak baik, "Berbagai pencapaian yang kita dapatkan harus diimbangi dengan apa yang akan kita perjuangkan,” terangnya.
 
Sementara itu kader Golkar lainnya, Azis Syamsuddin melontarkan komentar senada dengan Ical. Menurut dia pemerintahan SBY bukan penuh dusta tapi banyak gejolak.
 
"Namun kami optimis ke depan semua problem di pemerintahan pasti bisa diselesaikan. Di penghujung 2011 ini kami selaku parpol besar sedang berbenah diri untuk menyambut 2012," terangnya.
 
Sedangkan J Kristiadi, pengamat politik CSIS, mengatakan pemerintahan SBY tidak memenuhi janjinya secara utuh. "Pada 2012 mendatang saya yakin negara tidak akan memikirkan rakyat karena akan berfokus pada melanggengkan kekuasaan mereka selanjutnya pada Pemilu 2014," simpul Kristiadi.
 
Sebelumnya Ketua Umum PP Muhammadyah, Din Syamsuddin, mengatakan tahun 2011 menjadi tahun yang penuh kebohongan yang dilakukan oleh para pemangku negara terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
"Memang ada banyak konklusi yang bisa kita berikan pada tahun 2011, terutama yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa. Bisa penuh dusta dan penuh dosa, tergantung bagaimana kita melihatnya. PP Muhammadiyah lebih melihat penuhnya dusta. Banyak pendustaan di dalam negeri berbangsa dan bernegara terutama oleh para pemangku negara," ujar Din di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Senin 19 Desember lalu.
 
Din mengatakan sebetulnya Indonesia memiliki kekayaan yang berlimpah, namun sayangnya kekayaan negara tersebut dijual kepada asing yang akhirnya dikorupsi.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya