KORUT - Setelah sebelumnya disebut sebagai "Suksesor Agung", kini media Korea Utara (Korut) menyebutkan Kim Jong-Un sebagai "Komandan Tertinggi" dari militer Korut. Ini menunjukan bahwa Jong-Un terus mendapatkan dukungan memimpin negaranya.
"Kami akan mendukung kamerad Kim Jong-Un sebagai Komandan Tertinggi dan jenderal yang membawa kami kepada tuntasnya Revolusi Songun," tulis editorial Suratkabar Rodong Sinmun seperti dikutip AFP, Sabtu (24/12/2011).
Tidak lupa, suratkabar yang menjadi corong pemerintah selama ini, meminta Kim Jong-Un untuk membawa negaranya menuju kejayaan.
Revolusi Songun di mata para analisis berarti Korut akan tetap mempertahankan kebijakan lebih mengutamakan militer. Padahal, dunia barat menilai kebijakan ini yang membuat banyaknya warga Korut yang tewas.
Aklamasi terakhir secara signifikan menunjukan Kim Jong-Un akan memimpin Korut. Ini serupa di saat Kim Jong-Il menggantikan ayahnya Kim Il-Sung, 1994 lalu.
"Editorial tersebut ditujukan untuk mempersiapkan rakyat menerima Jong-Un sebagai Komandan Tertinggi dari militer negaranya, dan tentunya menjadi pengumuman bagi dunia internasional," ujar peneliti Korea Utara dari Universitas Seoul Profesor Yang Moo-Jin.
"Tidak lama lagi para petinggi pemerintahan akan ikut mengakui suksesi Kim Jong-Un dari ayahnya," lanjut Profesor Yang.
Jong-Un yang diperkirakan berusia 27 tahun sebelumnya disematkan pangkat jenderal berbintang empat September 2010 lalu. Ia pun sudah mengeluarkan perintah militer pertama, sesaat sebelum pengumuman wafatnya sang ayah.
Hal ini mengindikasikan bahwa dirinya memegang kendali penuh dari militer. Tetapi hingga kini masih belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Korut mengenai transisi kekuasaan kepada Kim Jong-Un.
Bahkan banyak pengamat mengatakan Jong-Un saat ini harus berbagi kekuasaannya terlebih dulu setidaknya tiga hingga empat tahun ke depan.
(Fajar Nugraha)