"Kurang Action, Wajar KPK Baru Berumur Sebulan"

Ray Jordan, Jurnalis
Minggu 22 Januari 2012 09:00 WIB
Foto: (dok okezone)
Share :

JAKARTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru mendapat sorotan dari sebagian pihak karena dianggap belum bekerja maksimal dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi di negeri ini.

Menanggapi masalah tersebut, mantan Ketua DPR RI yang juga politisi senior Partai Golkar, Akbar Tandjung mengatakan bahwa hal tersebut wajar karena pimpinan KPK saat ini baru berusia kurang dari satu bulan.

Menurut Akbar, ada tahapan dalam menentukan seseorang tersebut terlibat dalam tindak pidana korupsi, sehingga memerlukan waktu untuk menentukan hal tersebut.

"Tindakan pemberantasan korupsi itu tentu harus tetap berlandaskan hukum. Tidak mungkin di luar hukum. Itu ada kaedah yang harus diikuti, harus ada bukti yang tidak terbantahkan, apalagi KPK kalau sudah melakukan langkah-langkah penyelidikan hingga penyidikan sampai tersangka. Oleh karenanya KPK membutuhkan waktu utk memperkuat dalam menetapkan seseorang melakukan tindak pidana korupsi," ujar Akbar kepada okezone di kediamannya Jalan Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1/2012) malam.

Oleh karenanya Akbar berharap agar masyarakat tetap memberikan dukungan kepada KPK untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi di negeri ini.

"Kita harus tetap memberikan dukungan kepada pimpinan KPK saat ini. Dari pimpinan KPK sendiri mereka minta waktu satu tahun untuk membuktikan kinerja mereka," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlalu banyak membuat pernyataan dan nihil dalam tindakan.

"Pimpinan KPK itu tabiat dari KPK sebelumnya. Banyak minus praktek di lapangan, hanya membuat pernyataan-pernyataan yang garang," ucapnya saat berbincang dengan okezone melalui sambungan telepon, Sabtu (21/1/2012). (sus)

(Ahmad Dani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya