HAVANA - Gerakan Perdamaian dan Kedaulatan Rakyat Kuba (MOVPAZ) mendesak Amerika Serikat (AS) dan Eropa, agar menghentikan kampanye media yang dinilai memojokkan Iran dan Suriah.
MOVPAZ menilai, peningkatan ketegangan antara Suriah, Iran, beserta AS, Israel, dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) akan menciptakan kekerasan yang sangat fatal di Timur Tengah. Kekerasan itu juga akan memunculkan kekacauan di seluruh penjuru dunia. Demikian seperti diberitakan SANA, Selasa (31/1/2012).
Gerakan tersebut juga menolak penggunaan intervensi seperti yang terjadi di Libya untuk Suriah. Hal itupun juga diutarakan oleh Rusia dan China beberapa bulan yang lalu dalam menyikapi aksi Barat terhadap Suriah.
Menurut Rusia, Barat akan mencoba untuk memberlakukan zona larangan terbang terhadap Suriah dan hal itu sama seperti apa yang dilakukan oleh Barat terhadap Libya. Rusia pun menuding, Barat hanya ingin nasib Suriah hancur seperti halnya Libya.
Hingga saat ini, penolakan terhadap intervensi Suriah dilakukan oleh Rusia, Iran, China, dan juga Turki yang merupakan anggota NATO. Turki memang selalu mengecam aksi kekerasan di Suriah, namun Turki tidak pernah bersedia untuk mendukung segala bentuk intervensi militer ke negara tetangganya, Suriah dan juga Iran.
(Aulia Akbar)