Presiden Hamid Karzai Minta Rakyat Afghanistan Kembali Tenang

Khairisa Ferida, Jurnalis
Minggu 26 Februari 2012 18:05 WIB
Protes Pembakaran Alquran oleh Rakyat Afghanistan (Foto: AFP)
Share :

KABUL - Presiden Afghanistan Hamid Karzai meminta agar rakyat Afghanistan meredakan amarahnya serta kembali bersikap tenang dalam menyikapi insiden pembakaran kitab suci Alquran yang dilakukan oleh pasukan NATO.

"Sekarang adalah saatnya bagi Kita untuk kembali bersikap tenang agar Kita tidak membiarkan musuh-musuh Kita untuk memanfaatkan situasi ini. Kami mengerti rakyat Afghanistan sangat marah dengan insiden ini dan Kami tidak akan memungkiri hal itu," ujar Presiden Hamid Karzai dalam pidatonya yang ditayangkan oleh televisi Afghanistan seperti dikutip Associated Press Minggu, (26/2/2012).

Dalam pidatonya itu, Presiden Karzai juga menyinggung penembakan terhadap dua perwira senior Amerika Serikat (AS) yang tewas terbunuh di kantor Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

"Siapa yang melakukan tindakan itu, apakah dia warga Afghanistan atau jsutru warga asing Kita belum dapat mengetahui pasti hal itu. Namun yang pasti, kami turut berbela sungkawa atas insiden itu," ujarnya.

Taliban sendiri telah mengakui, pihaknya lah yangbertanggung jawab atas penembakan itu. Meski terdapat perbedaan jumlah korban tewas dimana Taliban mengklaim simpatisannya, Abdul Rahman yang merupakan pelaku dari penembakan tersebut mengatakan, dirinya berhasil menewaskan empat petinggi militer AS. Sementara itu pernyataan berbeda diungkapkan oleh pihak NATO yang menyebutkan hanya ada dua korban tewas dalam insiden tersebut.

Aksi demonstrasi menolak pembakaran kitab suci Alquran oleh pasukan NATO dilaporkan telah menewaskan 30 orang, termasuk empat di antaranya pasukan AS.
Akibat insiden ini AS dikabarkan telah menari seluruh staf penasihatnya serta penasihat internasional lainnya yang bertugas di Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya