JAKARTA- Kecelakaan lalu lintas yang menelan belasan korban kembali terjadi. Setelah kasus kecelakaan maut di Tugu Tani, Jakarta, yang menelan sembilan orang, kecelakaan serupa kembali terjadi di Medan Sumatera Utara.
Sebuah mobil Toyota Avanza yang dikemudikan seorang guru di Sekolah Boddhicita, Medan menabrak sekira 15 anak taman kanak-kanak (TK) yang tengah berada di halaman sekolah.
Maraknya kecelakaan lalu lintas tersebut, disebabkan karena sejumlah faktor. Salah satu faktornya ialah kemampuan mengemudi seseorang.
Sebab itu, menurut pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar salah satu cara untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas ialah dengan memperketat proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). “Proses pembuatan SIM harus di tata ulang. Di luar negeri untuk mendapatkan SIM seseorang harus lulus sekolah mengemudi, di Indonesia proses pembuatan SIM bisa dikatakan sangat mudah,” kata Bambang saat dihubungi okezone, Jumat (3/3/2012).
Bambang menyarankan agar sekolah-sekolah mengemudi kembali diberdayakan. “Keterampilan mengemudi ini sangat dibutuhkan, apalagi kondisi lalu lintas di Indonesia, khususnya Jakarta sangat semrawut. Ada baiknya sekolah mengemudi dihidupkan lagi. Kalau di luar negeri proses pembuatan SIM di luar bisa mencapai satu tahun,” katanya.
Tak hanya itu, pembenahan internal, kata Bambang juga sangat diperlukan. “Polisi sebaiknya menindak oknum-oknum yang bermain dengan calo saat pembuatan SIM,” katanya.
(Stefanus Yugo Hindarto)