YOGYAKARTA – Tata cara komunikasi Panitia Ad Hoc (PAH) Pemilihan Rektor (Pilrek) Majelis Wali Amanah (MWA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai kritik.
Persoalan yang paling disorot adalah penyampaian informasi para calon rektor yang lolos seleksi administrasi kepada Senat Akademik dan Majelis Guru Besar UGM. Tersendatnya komunikasi menyebabkan salah satu tahapan pilrek, yakni pemilihan lima dari tujuh calon rektor yang sedianya dilakukan Senin, 12 Maret, menjadi tertunda hingga Kamis, 15 Maret.
"Penundaan ini menunjukkan masalah kinerja PAH dalam komunikasi yang belum berjalan maksimal," ujar Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM Giovanni Fadillah Van Empel, kemarin.
Menurut mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM ini, agar tahapan pilrek berjalan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlalu, PAH Pilrek MWA UGM diminta meningkatkan kinerjanya. Dengan begitu, penundaan salah satu tahapan tidak terulang kembali. Dengan tertundanya tahapan tersebut, bukan hanya mengubah agenda pemilihan calon rektor yang berhak maju ke tahap selanjutnya. Tetapi juga jadwal BEM dalam penyelenggaraan debat calon rektor.
"Sebelum ada perubahan, debat calon rektor ini dilaksanakan 19 Maret. Namun berhubung ada penundaan tahapan pemilihan calon rektor oleh SA dan MGB, kami juga harus mengubah jadwal debat," ungkap Giovanni, yang akrab disapa Sinyo ini.
Di samping waktu pelaksanaan, tempat debat juga belum ada kepastian. Untuk tempat ada tiga pilihan, yaitu Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemanti (Purnabudaya), Grha Sabha Pramana (GSP) atau University Club (UC) UGM.
"Sebelum ada perubahan debat, (rencananya) dipusatkan di gedung pusat kebudayaan Koesnadi Hardjosoemanti," paparnya.
Sementara itu, Ketua PAH Pilrek MWA UGM Supama menjamin pelaksanaan pilrek, selain tahapan pemilihan calon rektor oleh SA dan MGB, tidak ada perubahan. Jadi jadwal pemilihan tetap dilaksanakan Kamis, 22 Maret dan pengajuan penetapan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Senin, 26 Maret.
"Kami optimistis untuk pilrek nanti dapat berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku," ujarnya. (priyo setyawan/koran si)
(Rifa Nadia Nurfuadah)