"Ada Upaya Adu Domba Antar-Pimpinan KPK"

Susi Fatimah, Jurnalis
Jum'at 16 Maret 2012 09:10 WIB
Ilustrasi (Foto: Runi/okezone)
Share :

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditengarai mengalami perpecahan antarpimpinanya. Perbedaan pendapat antara pimpinan KPK yang satu dengan yang lainya beberapa kali mengiringi perjalanan KPK dalam mengatasi berbagai kasus besar.

Juru Bicara KPK, Johan Budi membenarkan adanya perbedaan pendapat tersebut. Bahkan pimpinan KPK yang lain seperti Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja pun membenarkan hal itu.

Kendati terjadinya perpecahan tersebut, Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo meminta Ketua KPK Abraham Samad tetap fokus pada penyelesaian kasus-kasus besar.

"Saya mendesak KPK agar tidak terpengaruh dengan berbagai upaya pihak-pihak tertentu yang sengaja hendak mengadu domba para antar pimpinan KPK maupun dengan penyidik," ujar Bambang dalam pesan singkatnya yang diterima okezone, Jumat (16/3/2012).
 
Bambang melihat KPK di bawah kepemimpinan Abraham telah membuat proses hukum berbagai kasus besar dugaan korupsi yang selama ini jalan ditempat bergerak maju, seperti kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, wisma atlet SEA Games, proyek Sport Centre di Hambalang, Bogor dan skandal Bank Century.

"Karena itu, KPK harus melanjutkan dan fokus menangani 4 kasus besar tadi. Termasuk memanggil semua pihak yang perlu didengar keterangan dan kesaksiannya," tutur Politikus Partai Golkar ini. 

Keempat kasus di atas, lanjutnya, sudah menjadi perhatian publik. Selama ini, masyarakat melihat ketidakwajaran dan sejumlah keanehan dalam proses hukum empat kasus di atas. Karenanya, KPK harus mewaspadai dan masyarakat harus ikut mengawasi.
 
Kendati mencuat gejolak di internal KPK, sambung Bambang, namun publik masih menaruh harapan besar pada tekad, komitmen dan keberanian Abraham. Publik marah terhadap berbagai upaya pelamahan yang terus menerus dilakukan pihak-pihak yang mulai terganggu dan terpojok karena keberanian Abaraham.

"Artinya, rasa keadilan rakyat akan kembali terluka jika KPK berhenti atau berputar-putar dalam menangani empat kasus di atas, seperti yang selama ini terjadi," tutupnya.

Isu perpecahan bermula ketika pimpinan KPK mengembalikan lima orang penyidik ke institusi asalnya masing-masing yakni Kejaksaan dan Kepolisian. Mereka yang dikembalikan adalah Hendy Kurniawan, Moch Irwan Susanto, Arief Y Miftach Sudarto dan Rosmaida ke Mabes Polri serta Dwi Aries Sudarto ke Kejaksaan Agung.

Abraham Samad menilai Hendy dan Irwan dekat dengan pihak tertentu yang tengah diperiksa. Akibat pengembalian ini dikabarkan penyidik KPK protes kepada Samad dan mengancam akan mogok bekerja.

(Carolina Christina)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya