JAKARTA - Pengamat Politik Sebastian Salang mengaku ragu jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melakukan reshuffle kepada para menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal itu melihat dari tindakan SBY sebelumnya yang tidak tegas pada PKS saat kasus Bank Century dan mafia pajak di DPR beberapa waktu lalu.
"Terus terang kalau belum terjadi saya belum percaya. Sudah sering PKS seperti ini cuma SBY tidak pernah berani bersikap tegas terhadap PKS, karena itu saya enggak percaya akan ada reshuffle," ujar Sebastian saat berbincang dengan okezone, Rabu (4/4/2012) malam.
Menurut Sebastian, yang terjadi saat ini adalah hanya gertak sambal dari anggota partai koalisi kepada PKS. Padahal keputusan akhir terkait nasib PKS ada pada SBY sendiri selaku Ketua Sekretariat Gabungan (Setgab).
Selain itu, lanjutnya, jika ke depan memang ada reshuffle namun tak mengeluarkan menteri PKS dari kabinet, dan hanya menggeser atau mengganti nama maka hal itu sama saja. "Kalau cuma gonta-ganti sama saja," katanya.
Seperti diberitakan, SBY akan mengumumkan ke publik mengenai nasib PKS di barisan koalisi parpol pendukung pemerintah. Dalam kesempatan ini Presiden juga akan memperjelas nasib tiga menteri asal PKS di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.
“Nanti statement akan disampaikan secara resmi. Itu (reshuffle) juga termasuk, bagaimana pun untuk mengangkat dan memberhentikan menteri sepenuhnya ada di presiden," ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden SBY, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Berhembus kabar, Suswono akan digantikan oleh mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah. Sedangkan Salim Segaf Al Jufri akan digantikan politikus PKB, Marwan Djafar. Sementara, posisi Tifatul Sembiring, dikabarkan akan digantikan politikus Demokrat, Roy Suryo. Selain nama Roy, nama Anindya Bakrie juga dikabarkan akan menggantikan posisi Tifatul.
(Susi Fatimah)