PKS Ogah Mundur dari Setgab

Fiddy Anggriawan , Jurnalis
Jum'at 06 April 2012 00:44 WIB
Luthfi Hasan Ishaaq (Foto:okezone)
Share :

JAKARTA- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq enggan berkomentar mengenai tanggapan tokoh politik maupun pengamat terkait nasib PKS di Setgab Koalisi yang dikabarkan sedang berada di ujung tanduk. Luthfi juga mengisyaratkan PKS takkan mundur sebelum ada pernyataan resmi dari Ketua Setgab Koalisi, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

"Ya bolehlah semuanya berasumsi. Saya tidak mau mengomentari tafsir orang semuanya boleh mentafsirkan. Dan saya menghormati tafsir mereka masing-masing," ungkap Luthfi saat ditemui wartawan di DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2012).

Menurutnya, PKS belum berinisiatif mengambil sikap untuk menyatakan mundur dari koalisi sampai adanya pernyataan resmi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Kami justru merasa tidak ada sesuatu yang harus berfikir terlalu jauh seperti itu, karena kita semua berusaha mencari solusi terbaik untuk bangsa dan negara," paparnya.

Ketidaksepahaman PKS dengan pemerintah dalam hal kenaikan harga BBM, kata Luthfi, bukan karena PKS tidak setuju dengan kebijakan itu. Luthfi mengatakan keputusan tersebut karena sesuai dengan keinginan rakyat. "Secara semangat tidak, kita sama-sama bersemangat untuk mencarikan yang terbaik untuk rakyat," cetusnya.

Luthfi kembali menegaskan, kalau dirinya tetap tidak ingin merespon tanggapan yang menyatakan terdepaknya PKS dari koalisi semakin lama semakin membesar. Dia hanya mengatakan hal itu wajar sebagai suatu dinamika dalam pengambilan keputusan.

"Kita memiliki semangat yang sama bahwa kita ingin bekerja agar pemerintahan kita baik, APBN-P kita posturnya sehat dan warga kita tidak kerberatkan secara ekonomi  dan performance pemerintah. Sehingga kita tidak terbebani oleh desakkan masyarakat atau dilakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan buat kepala negara dan kita mencari sesuatu yang terbaik," simpulnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya