IPW: KPK Berpihak pada Partai Penguasa

Tegar Arief Fadly, Jurnalis
Kamis 19 April 2012 19:31 WIB
Foto: (dok okezone)
Share :

JAKARTA - Setelah empat bulan lamanya Abraham Samad memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane, menilai kinerja Abraham dan pimpinan KPK lainnya masih belum menunjukan hasil yang signifikan.

"Waktu pencalonan (KPK) kemarin, banyak sekali janji Abraham, namun janji besar itu belum banyak terealisasi," kata Neta dalam diskusi bertajuk 'Apa Kabar 100 Hari KPK?' di Ruang Wartawan Nusantara III DPR Jakarta, Kamis (19/04/2012).

Neta menambahkan, bahwa ada beberapa hal yang menjadi belenggu KPK dalam menjalankan tugas dan kewenanganya yaitu maraknya mafia birokrasi KPK, solidaritas korps yang berlebihan karena adanya pihak Kejaksaan dan Kepolisian, adanya tarik menarik politik yaitu kekuasaan partai politik.

Lebih lanjut Neta menegaskan bahwa KPK saat ini terkesan berpihak kepada penguasa. "Seperti Angelina sudah lama tersangka, tapi belum ditangkap juga. Harusnya jelas, kalau tidak tersangka, baikkan namanya, kalau tidak segera masukkan ke penjara KPK yang baru. Pandangan saya sekarang ini, KPK berpihak pada partai penguasa," imbuhnya.

Lebih lanjut Neta kembali mengingatkan KPK tentang beberapa kasus mega korupsi yang harus segera ditangani seperti kasus Century, Wisma Atlet, Gayus Tambunan, cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, dan lain-lain.

"Ini adalah utang Abraham Samad. Saya belum bisa mangatakan janji ini gombal atau tidak. Namun kita tidak bisa melimpahkan ini pada Abraham saja, tapi juga apada istansinya," tambah Neta.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya