Waketum Golkar: Konvensi, Money Politics-nya Gila-gilaan

Susi Fatimah, Jurnalis
Selasa 24 April 2012 15:59 WIB
Agung Laksono (Foto: Koran SI)
Share :

JAKARTA - Partai Golkar memilih menggunakan metode survei ketimbang konvensi guna menentukan siapa yang memperoleh 'tiket' calon presiden dalam Pemilu 2014. Hal itu karena pengalaman masa lalu Partai Golkar.

"Yang pasti sistem konvensi dua kali enggak berhasil, bahkan terkotak-kotak, money politics-nya enggak tahan, parah sekali, gila-gilaan. Makanya kita enggak pakai lagi," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Penggunaan metode survei, lanjut Agung, akan dikukuhkan dalam rapat pimpinan nasional khusus pada Juli mendatang. "Sekarang sistem survei, hasilnya akan dikukuhkan di Rapimnas nanti," katanya.

Terkait dengan menggunakan metode survei yang tidak sesuai tradisi Partai Golkar, Agung mengatakan dengan survei dirasa lebih baik ketimbang sistem konvensi. Selain itu, metode survei juga bukanlah sesuatu yang baru.

"Kalau lebih bagus survei, ya pakai survei, karena money politics-nya (konvensi) yang enggak tahan, ngajarin yang enggak benar ke bawah-bawah, makanya enggak usah dech, sudah benar sistem survei," tegasnya.(ful)

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya