MANOKWARI - Ratusan bendera Bintang Kejora berkibar di sepanjang jalan utama Kota Monakowari, Papua. Ribuan warga Papua turun ke jalan menentang peringatan 1 Mei sebagai hari kembalinya Irian Jaya Barat ke dalam NKRI.
Dalam aksi tersebut, warga menuntut agar persoalan yang terjadi di ujung Indonesia tersebut segera diselesaikan, terutama kasus pelanggaran HAM.
Warga juga mendesak pemerintah otoritas transisi yang dibentuk pascakongres tahun lalu, segera menggelar dialog bersama Pemerintah Indonesia difasilitasi dunia internasional.
Presiden West Papua National Authority (WPNA), Terianus Yoku, mengatakan konflik berkepanjangan yang terjadi di Papua sudah menjadi perhatian dunia internasional. Sehingga, tenaga asing diperlukan untuk menyelesaikan permasalah tersebut.
"Bicara Papua Merdeka adalah hak orang Papua dan tidak bisa diselesaikan dengan dialong antara Papua-Jakarta," ujar Terianus di Manokwari, Selasa (1/5/2012).
Di sepanjang jalan, warga berorasi dan meneriakkan yel-yel merdeka sambil membawa Bendera Bintang Kejora dalam berbagai ukuran. Aksi itu dimulai dari Kantor Dewan Adat Papua wilayah III dan berakhir di Gereja Elim Kwawi, melalui jalan utama Manokwari.
Meski sempat memacetkan arus lalu lintas selama hampir tiga jam, aksi tersebut berlangsung damai. Petugas Polres Manokwari dan Brimob Polda Papua diturunkan untuk mengawal aksi.
(Risna Nur Rahayu)