Sebut Nasdem Partai Panas Demam, Ical Sengaja Ejek Nasdem?

Susi Fatimah, Jurnalis
Kamis 03 Mei 2012 07:00 WIB
Foto: Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) yang mengatakan Partai Nasdem merupakan singkatan dari panas demam merupakan bentuk saling ejek antar partai politik.

Hal itu dikatakan Pengamat politik dari Charta Politika, Andrinof Chaniago kepada Okezone, Rabu (2/5/2012).

Lebih lanjut Andrinof mengatakan bahwa perilaku saling ejek tersebut ada lantaran perseturuan lama diantara kedua partai tersebut yang belum selesai. Terlebih banyak kader Partai Golkar yang memilih pindah ke Partai Nasdem.

"Setelah pemilihan ketua umum Golkar, banyak barisan kecewa pindah ke Nasdem, biasa ledek-ledekan, bikin sindir-sindiran," tuturnya.

Dia tak sepakat bila sindiran Ical tersebut merupakan bentuk kekhawatiran Golkar terhadap langkah Nasdem yang merupakan satu-satunya partai lolos verivikasi.

"Golkar tidak ketakutan. Politisi Golkar itu matang dan lebih loyalitas," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem, Rio Capella, mengatakan sebutan panas demam itu tidak berlaku bagi partainya melainkan sebuah ketakutan bagi partai Golkar karena merasa para awaknya justru keluar dan membidangi Partai NasDem. Lebih dari itu kata dia, lahirnya NasDem bukan untuk menggerogoti partai berlambang beringin. Melainkan untuk memperbaiki kondisi bangsa.

"Yang pentingkan kami tidak panas demam, orang lain boleh panas demam dengan keberadaan kami. Sindiran itu jadi lecutan bagi parpol NasDem, kami berbeda jauh dengan Golkar," jelasnya.

Bahkan dia menyindir Golkar yang telah lama berkuasa di era Soeharto lantaran tidak bisa memperbaiki situasi bangsa. Dia juga menyebut era Golkar berkuasa banyak memberikan catatan buruk, membudayanya korupsi, bobroknya birokrasi dan gagalnya mensejahterakan rakyat.

“Partai Golkar sudah lama berkuasa di era Soeharto. Dan Golkar gagal memainkan peranan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Lebih baik kata Rio Capella, Ical tidak usah urusi partai lain. Alangkah baiknya jika Ical menyelesaikan luapan lumpur Lapindo Sidoarjo yang telah mengakibatkan banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, dan lahan pertanian akibat perusakan lingkungan oleh perusahaannya.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya