WASHINGTON - Bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Mitt Romney mengatakan, kondisi dunia saat ini tidak aman. Romney pun menegaskan, pemilu presiden AS mendatang adalah pertarungan antara bangsa AS yang kuat secara militer versus AS yang lemah.
Kendati tidak secara langsung menyerang Obama namun, pesan yang disampaikan mantan Gubernur Massachusetts sangat jelas. Romney mengatakan akan ada dua jalan yang harus dipilih oleh rakyat AS dalam hal kemiliteran.
"Salah satu jalan yang tersedia adalah bergabung bersama dengan Uni Eropa dan membiarkan kekuatan militer kita lambat laun semakin menyusut dan terus seperti itu. Sementara disisi lain kita berharap yang terbaik. Jalan ini tidak akan mampu melindungi dan membuat kita berdiri tegak," ujar Mitt Romney seperti dikutip The Ticket Selasa, (29/5/2012).
Pernyataan Romney itu diungkapkannya bertepatan dengan peringatan Memorial Day di sebuah museum veteran di San Diego, AS.
"Jalan lain yang tersedia adalah komitmen untuk menjadikan AS sebagai negara dengan angkatan militer terkuat didunia dan tidak ada duanya. Militer AS akan menjadi kekuatan terbesar di dunia yang tidak sebanding dengan kekuatan apapun," tutur Romney.
Dalam kesempatan yang sama Romney juga menyinggung ancaman yang muncul dari dua negara yakni Iran dan China. Menurutnya, Negeri Persia akan segera menjadi negara yang memiliki senjata nuklir sementara kekuatan militer China terus tumbuh dan mengkhawatirkan.
"Melindungi militer AS bukan hanya untuk memenangkan perang namun, juga mencegah terjadinya perang. AS yang kuat harusnya sanggup mencegah mencegah terjadinya perang sebelum indikasi perang tersebut ditemukan," tegas Romney.
Dalam momen tersebut Romney diperkenalkan sebagai seorang sahabat veteran perang. Bahkan, sosok Romney juga diperkenalkan sebagai seseorang yang akan menjadi Panglima Militer AS berikutnya.
Tidak hanya Romney namun, Senator dari Partai Republik John McCain diketahui juga hadir dalam momen tersebut. Romney menyebut McCain yang diketahui merupakan veteran Perang Vietnam sebagai kebanggaan yang dimiliki AS.
Sementara itu, McCain balik memuji Romney sebagai bakal calon presiden AS yang percaya dengan kedigdayaan AS.
"Romney akan menjadi presiden yang hebat. Saya bangga dapat hadir disini bersama dengan teman baik Saya ini," tutur McCain.
(Rani Hardjanti)