JAKARTA - Keinginan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa membangun gedung baru masih terkendala anggaran. Namun, sejumlah dukungan agar KPK bisa memiliki gedung baru terus mengalir. Bagi Psikolog Sosial Universitas Airlangga, Ahmad Chusairi, ini bukanlah hal yang mengherankan.
Dia yakin, masyarakat mendukung langkah KPK untuk membangun gedung baru. Namun, dia tidak yakin apakah masyarakat bisa menggalang dana untuk membangun gedung tersebut mengingat nominalnya tidak sedikit.
"Saya kira, langkah yang diambil KPK akan didukung oleh masyarakat mengingat apresiasi terhadap kinerja KPK sudah tinggi. Namun, tidak semua masyarakat mampu membantu KPK untuk mengumpulkan uang membangun sebuah gedung baru mengingat biayanya pasti besar," kata Chusairi kepada Okezone, Selasa (26/6/2012).
Tidak dipungkiri, ada masyarakat yang mampu secara ekonomi bisa memberikan apa yang dibutuhkan lembaga antikorupsi tersebut untuk membangun gedung baru. Dampaknya, kata dia, ada pertaruhan besar jika KPK bisa membangun gedung baru berkat bantuan masyarakat.
"Kalau sampai itu terjadi, maka sebuah harga mahal yang harus dikeluarkan KPK jika citranya selama ini hanya ditukarkan dengan sebuah gedung baru," tegasnya.
Chusairi menilai, seharusnya KPK mengkritisi alasan DPR yang masih menunda permintaan anggaran tersebut, seperti mekanisme DPR dalam memutuskan penganggaran atau anggaran tersebut terlalu tinggi atau tidak. Tidak tepat rasanya, jika KPK memaksakan membuat gedung baru dengan meminta dana dari masyarakat.
"KPK merupakan lembaga negara, jadi sebaiknya menggunakan APBN. Kalau galang dana kurang tepat," lanjutnya.
Fenomena pengumpulan koin untuk KPK, diakui Chusairi, juga sulit terjadi. Pasalnya, masyarakat biasanya mengumpulkan koin itu untuk per orang bukan lembaga. "Saya kira sulit untuk kumpulkan koin untuk KPK, tapi yang jelas mungkin rakyat mendukung apa yang diambil oleh KPK," tandasnya.
(Tri Kurniawan)