JAKARTA - Imam Masjid Al-Fara New York, Amerika Serikat (AS) Feisal Abdul Rauf mengatakan, musuh utama AS bukanlah Islam melainkan ekstremisme. Namun, Imam Feisal tidak menampik bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam menjembatani hubungan Barat dan Islam.
"Masalahnya tidak terletak antara AS dan dunia Islam, namun AS dengan ekstrimis dan media. Tantangan yang dihadapi untuk mengatasi ekstrimisme tidak dapat diselesaikan dalam waktu satu atau dua hari. Dibutuhkan pendidikan yang lebih baik bagi warga Muslim agar mereka dapat mengekspresikan pemahaman terkait nilai-nilai Islam," ujar Imam Feisal di @america, Jakarta, Kamis, (28/6/2012).
Pernyataan ini diutarakannya ketika hadir dalam diskusi bertema "What's Right with Islam is What's Right with America: Discussing Islam in the United States yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS). Diskusi ini diharapkan dapat menjembatani hubungan Muslim AS-Indonesia.
Imam Feisal juga mengatakan bahwa meningkatnya populasi umat Muslim di AS tidak lantas memicu melonjaknya sikap ekstremisme. Menurutnya, warga Muslim AS selama ini dapat beradaptasi dan menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya.
"Ekstremisme muncul karena dipicu oleh keberadaan orang-orang yang termaginalkan. Karena itu mereka harus disertakan dalam pengambilan keputusan. Ini sama dengan apa yang menyebabkan terjadinya Arab Spring," tutur Imam Feisal.
Selain itu, Imam Feisal juga menegaskan bahwa hal terpenting yang dibutuhkan adalah umat Muslim yang berpikiran terbuka dan mendunia. "Kita membutuhkan umat Islam yang dapat hidup dalam beragam warna. Tidak hanya hitam dan putih," ujar Imam Feisal.
Dalam kesempatan yang sama Imam Feisal juga menyampaikan impiannya untuk membangun sebuah community centre. Menurutnya, di lokasi ini nantinya akan tersedia tempat beribadah tidak hanya bagi umat Muslim namun juga bagi umat beragama lainnya.
Imam Feisal selama ini dikenal kerap menyuarakan pemikirannya terkait dengan solusi terhadap berbagai konflik yang melanda komunitas Barat dan Muslim. Pada 1997 Imam Feisal diketahui mendirikan American Society for Muslim Advancement (ASMA) yakni sebuah perkumpulan AS untuk kemajuan warga Muslim.
(Rani Hardjanti)