Sekjen PBB Manfaatkan KTT GNB untuk Temui Pemimpin Korut

Khairisa Ferida, Jurnalis
Senin 27 Agustus 2012 09:08 WIB
Sekjen PBB Ban Ki-Moon (Foto: Helozambia)
Share :

WASHINGTON - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-Moon mengatakan, dirinya akan memanfaatkan ajang Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok (KTT GNB) untuk melakukan pertemuan dengan pemimpin kedua Korea Utara (Korut) Kim Yong Nam. Ban berharap keduanya dapat membahas isu perdamaian di Semenanjung Korea.

"Sebagaimana ada banyak kepala negara yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut maka tentu ada kesempatan untuk melakukan pertemuan dengan pemimpin Korut Kim Yong Nam untuk berbicara mengenai perdamaian di Semenanjung Korea," ujar Sekjen PBB seperti dikutip The Korea Times, Senin (27/8/2012).

KTT GNB nantinya akan berlangsung di Teheran, Iran dalam beberapa hari mendatang. Korut telah menyatakan partisipasinya dalam konferensi ini dengan mengutus Kim yang menjabat sebagai Kepala Presidium Majelis Agung Rakyat Korut sebagai utusan resmi negara itu.

Dalam kesempatan yang sama Ban menegaskan dirinya mengesampingkan pembicaraan bilateral secara resmi dengan Kim mengingat jadwal keduanya yang cukup padat. Kendati demikian Ban menjelaskan tekadnya untuk mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korut adalah tanggung jawab mendasar yang diembannya.

"Bekerja untuk perdamaian serta stabilitas di Semenanjung Korut adalah salah satu tanggung jawab mendasar, tidak hanya sebagai Sekjen PBB namun juga sebagai seorang warga Korea," tegas Ban.

Kunjungan PBB ke Iran tersebut tetap berlangsung di tengah kecaman yang dilontarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kedua negara ini berpendapat kunjungan Ban ke Teheran akan menimbulkan persepsi yang salah bagi Iran sekaligus menunjukkan dukungan internasional atas program nuklir Negeri Persia itu.

"Saya sangat menyadari pro dan kontra terkait partisipasi Saya dalam KTT GNB ini," tutur Ban.

Sebelumnya PM Israel Benjamin Netanyahu sempat angkat suara terkait rencana kunjungan Ban ini. Netanyahu mengatakan, kunjungan tersebut akan menjadi sebuah kesalahan terbesar.

"Iran terus melanjutkan program nuklirnya meski DK PBB telah menjatuhkan resolusi yang berujung sanksi. Karenanya kehadiran Ban di pertemuan NAM akan menodai reputasinya dan tentu saja PBB," ungkap PM Israel itu.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya