NEW DELHI - Fraksi oposisi India bersumpah akan menggelar protes massal di jalanan dan mengulur keputusan parlemen terkait isu skandal batu bara. Skandal itu berbuntut penggelapan dana sebesar miliaran dolar Amerika Serikat (AS).
Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) dan sejumlah partai oposisi lainnya, memblokir keputusan dari rapat parlemen beberapa pekan ini. Mereka menuntut Perdana Menteri Mahnmohan Singh agar mundur dari jabatannya.
"Singh bertanggung jawab atas penipuan ini dan dia tidak bisa melarikan diri," ujar Sekretaris Jendral BJP Ananth Kumar, seperti dikutip, AFP, Sabtu (1/9/2012).
"Bila dia tidak siap untuk mundur, BJP tidak akan berhenti melakukan aksinya. Kami akan terus memblokir keputusan parlemen dan berunjuk rasa di jalanan," tegasnya.
Kumar mengatakan, BJP siap mengorganisir protes besar pada 8 September mendatang bila Singh tidak menaati tuntutan oposisi. Singh yang menjadi tersangka atass peristiwa skandal alokasi dana tambang itu, menepis segala bentuk tuduhan yang dilontarkan oposisi.
Singh saat ini menghadiri Konferensi Gerakan Non-Blok di Teheran, Iran. Dalam pertemuan itu, Singh pun menegaskan kembali bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatannya. Singh mendesak fraksi oposisi agar menghentikan pemblokiran terhadap segala keputusan parlemen. "Kami memiliki tanggung jawab, oposisi dan pemerintah terus bekerja sama untuk menghadapi seluruh masalah di negara ini," ujar Singh.
Pemblokiran keputusan parlemen juga membuat Pemerintah India sulit untuk menjelaskan sejumlah permasalahan dalam perekonomian India.
(Aulia Akbar)