MEDAN - Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1 Gus Irawan Pasaribu, menargetkan jumlah masyarakat miskin berada di bawah lima persen atau lebih kurang 650.000 orang dari perkiraan jumlah penduduk Sumatera Utara yang mencapai 13 juta lebih.
“Angka itu merupakan target yang sudah terbangun dalam konsep Sumut Sejahtera,” kata Gus Irawan kepada wartawan di Medan, Jumat (4/1/2012).
Untuk mewujudkannya, lanjut mantan Dirut Bank Sumut itu, banyak program yang akan dilakukan, seperti pemberdayaan ibu rumah tangga, menciptakan 10 ribu pengusaha dari generasi muda setiap tahunnya, serta memberdayakan petani dan nelayan.
Gus Irawan juga mengkritisi data BPS Sumut yang mengklaim terjadinya penurunan jumlah masyarakat miskin di Sumatera Utara. Dinilainya data itu tidak realistis. “Kondisi itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,” tandasnya.
Menurut Gus, data BPS yang menyatakan masyarakat miskin berkurang sebanyak 28.800 orang pada September 2012 dari angka 1.400.000 lebih pada Maret 2012, hanya mewakili masyarakat miskin di perkotaan, karena nyatanya jumlah masyarakat miskin di pedesaan justru bertambah.
“Akibat dari semua ini akan terjadi urbanisasi yang membuat kepincangan sistem pembangunan. Inilah yang disebut pertumbuhan ekonomi yang belum berkualitas,” katanya.
Menurut Gus, income Rp271.738 per bulan juga tidak layak dijadikan standarisasi tingkat kemiskinan. Pemerintah seharusnya mengikuti standar internasional sebesar 2 dolar per hari atau Rp600 ribu per bulan, dan menghapus tiga indikator yang selama ini dipergunakan yaitu kemiskinan, miskin dan hampir miskin.
Gus juga mengatakan, pemerintah tidak perlu mempercantik angka, dan harus jujur dengan keadaan agar termotivasi untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat.
(Risna Nur Rahayu)