WASHINGTON - Calon Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) akan menghadapi kritik pedas di depan para Senator hari ini. Enam Senator dari Partai Republik juga sudah menyatakan penolakannya terhadap pencalonan Hagel.
Dari keenam politisi Republik tersebut, empat orang di antaranya berada dalam anggota Komite Layanan Persenjataan Senat AS. Senator Jim Inhofe menilai, Hagel adalah sosok politisi yang "terlalu filosofis" dalam menentang isu anggaran pertahanan, senjata nuklir, dan Timur Tengah.
Sementara itu, Hagel dipastikan akan mendapat kritik dari Senator John McCain yang juga merupakan veteran Perang Vietnam. McCain turut memuji Hagel dalam kinerjanya di medan perang, namun McCain tak menyetujui Hagel menentang penambahan pasukan di Irak.
Senator Lindsey Graham juga terlihat kurang menyambut pencalonan Hagel. Secara personal, Graham tidak mempertanyakan intergritas Hagel namun Graham khawatir akan posisi politik Hagel. Graham masih memandang Hagel sebagai seorang yang kurang mendukung Israel. Demikian, seperti diberitakan Fox News, Kamis (31/1/2013).
Kritik-kritik yang muncul terhadap nominasi Hagel cukup membuat para Senator pendukung Hagel terkejut. Senator Jack Reed mulai mengutarakan pernyataannya untuk membela mantan Senator Nebraska itu.
"Saat ini, ide-ide yang disebarluaskan menunjukkan (Hagel) terlihat lemah di hadapan musuh. Chuck Hagel bukanlah seorang yang halus. Dia adalah seorang yang keras, dialah yang akan melakukan tindakan dan kebijakan yang tepat," ujar Reed.
Veteran Perang Vietnam itu akan diperkenalkan ke depan para Senator sebagai calon Menhan oleh dua orang mantan pejabat komite di Senat AS. Mereka adalah Sam Nunn dari Demokrat dan John Warner dari Republik.
Bila memang akan terpilih sebagai Menhan, Hagel tampakknya akan menjadi Menhan Veteran Perang Vietnam pertama di Kabinet AS. Hagel pun berjanji akan berfokus untuk memastikan kesiapan militer AS dalam menghadapi segala situasi yang muncul.
(Aulia Akbar)