SURABAYA- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, menggelar konsolidasi dengan pengurus PKS Jawa Timur. Anis mengajak kader partai berlambang bulan sabit kembar dan padi tersebut agar bisa menembus tiga besar pada Pemilu 2014, meski mantan presidennya jadi tersangka kasus suap impor daging sapi.
Anis memotivasi ratusan kader PKS Jatim agar kompak dan tidak terpecah. Dia mengakui ada kasus pelik yang tengah mendera partainya, tapi para pengurus dan kader partai diminta fokus pada pemenangan partai.
Mantan Wakil Ketua DPR RI itu mengaku kedatangannya ke beberapa daerah termasuk Surabaya, sebagai upaya konsolidasi sekaligus evaluasi internal. Evaluasi dilakukan terhadap perilaku PKS selama 14 tahun berkiprah dalam kancah politik.
”Saya menemukan fakta bahwa antusiasme kader dan simpatisan PKS itu luar biasa. Ini semakin meyakinkan saya, ternyata memang ada perbedaan antara opini pengamat dan apa yang kami temukan di masyarakat. Ternyata tidak seserem apa yang dikatakan banyak pengamat, karena bagi kader-kader PKS ini justru merupakan cambuk bagi mereka untuk naik kelas,” kata Anis, Sabtu 9 Februari.
Anis menyatakan hadirnya para pengurus dan kader partai pada Rapat Akbar PKS Jatim, menunjukkan PKS sebagai partai yang solid. Pernyataan mantan pendiri Partai Keadilan, Yusuf Supendi, yang mengatakan PKS akan hancur pada 2014, hanya ditanggapi dingin Anis. Menurutnya, Yusuf sudah dikeluarkan dari partai, sehingga tidak perlu ditanggapi.
Pada rapat tersebut ditutup dengan pembacaan ikrar kekompakan para pengurus dan kader partai oleh Ketua PKS Jatim, Hamy Wahyunianto.